• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sempat Jadi Pembersih Tinja, Gita Wirjawan: Banyak yang Pikir Saya Mulai Hidup Enak

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 Juni 2013
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan kerap dianggap sebagai sosok yang sejak kecil hidup penuh kemudahan dan enak seperti kebanyakan orang kaya pada umumnya.
Ia membantah soal anggapan tersebut, menurut Gita masa kecilnya juga diwarnai hidup susah, termasuk harus bekerja di level paling bawah.
Pemilik Ancora Grup ini bercerita soal kehidupannya masa kecilnya bersekolah di India dan Amerika Serikat, penuh keterbatasan.
“Banyak yang berpikir saya sudah mulai dengan hidup enak. Padahal orang tua saya di Bangladesh.
Saya pindah ke India waktu 1 SMA. Nah saya dapat beasiswa. Untuk memenuhi biaya hidup saya, saya harus bekerja.
Saya jadi bellboy di tempat tenis dan mencuci piring dan hidup saya jalani cukup dan sangat biasa-biasa saja,” kata Gita di depan para mahasiswa dalam acara National Lecturer Series 2013 di Auditorium Plaza Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (19/6/2013)
Beranjak kuliah, Gita mengaku sempat ingin melanjutkan studinya di Indonesia. Mengikuti jejak saudaranya yang telah lebih dahulu di Tanah Air. Namun, karena desakan orang tua, akhirnya pindah ke Amerika Serikat.
“Lepas dari SMA saya ingin kuliah di Indonesia, tapi orang tua saya ingin saya kuliah d luar negeri. Akhirnya saya lanjut ke AS. Saya dapat jurusan musik, dimana setengahnya beasiswa,” tutur Gita.
Ia menuturkan pada era 1980-an biaya sekolah selama satu tahun di AS sebesar US$ 15.000-20.000, sedangkan bekal yang dibawanya hanya uang tunai US$ 4.000.
Akhirnya Gita memutuskan untuk bekerja, mulai dari pembersih tinja hingga main piano di klub malam.
“Saya diberikan bapak saya itu US$ 4.000. Sisanya saya bayar dari beasisawa dan bekerja, mulai dari apapun di bawah langit saya kerjakan, membersihkan tinja, mencucui piring, main piano di night club,” ungkap Gita bercerita.
Dari pengalaman itu, ia memetik pelajaran sederhana dalam hidup yaitu bekerja sepenuh hati. Hal inilah yang menjadi dasar yang membuatnya jadi pengusaha sukses.
“Itu sangat memberikan nilai hidup yang beda untuk saya menghadapi apapun. Jadi kalau saya ngepel, saya ngepel sebaik mungkin.
Kalau nyapu bahkan main piano itu selalu saya lakukan sebaik mungkin. Intinya pendidikan apapun, itu bukan di sekolah tapi dirumah tangga, itu yang orang tua saya ajarkan,” kata Gita. (detik.com)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post
mayat

Mayat Ibu Kaku Dipelukan Bapak

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.