• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, November 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Karena Andalkan Impor, Riau Rawan Dimasuki Bawang Ilegal

Tim Redaksi by Tim Redaksi
25 Agustus 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Provinsi Riau masih mengandalkan produk bawang impor dari Malaysia dan Thailand untuk memenuhi kebutuhan lokal. Akibatnya, Riau menjadi salah satu daerah tujuan masuknya bawang ilegal dengan jumlah ratusan ribu ton.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau, Muhammad Firdaus kepada bertuahpos.com, Kamis (25/08/2016). “Regulasi bawang impor di Riau untuk tata niaganya perlu diatur lagi. Buktinya masih banyak masuk bawang ilegal ke Riau,” ujarnya.

Dia menambahkan, harga bawang lokal jika dibanding dengan harga bawang impor, memang lebih tinggi. Namun secara kualitas, sebagian besar masyarakat lebih memilih bawang lokal untuk menjadi bahan konsumsi rumah tangga.

“Masalah kualitas hanya soal rasa saja sebenarnya. Karena masyarakat kita sudah terbiasa dengan bawang lokal, makanya bawang lokal lebih banyak peminat. Kalau harga, bawang impor bahkan jauh lebih murah,” kata Firdaus.

Pihaknya sudah pernah melakukan komunikasi dengan Bea Cukai terkait pemusnahaan bawang ilegal yang masuk ke Riau. Arah pembicaraan mereka lobi-lobi agar bawang ilegal yang berhasil ditangkap pihak pelabuhan, tidak dimusnahkan. Melainkan dilelang saja untuk kebutuhan pasar.

Dalam aturannya, kata Firdaus, proses lelang biasanya baru bisa dilakukan setelah dua minggu pasca penangkapan. Karena komoditi ini dianggap salah satu jenis kebutuhan yang tidak bisa bertahan lama, maka harus dimusnahkan. “Kalau dibiarkan sampai dua minggu, busuk dia, tak ada juga yang mau beli jadinya,” ujarnya.

Sementara itu, untuk dimasukkannya bawang ilegal ke pasar tradisional juga sangat berkiatan erat dengan kelayakan konsumsi masyarakat terhadap bawang. Masuknya bawang impor harus melewati tahapan karantina.

Sejauh ini, untuk perusahaan lokal sendiri yang menampung bawang impor belum ada. Namun demikian pemerintah tidak pernah membatasi jika ada perusagaan lokal yang akan menggarap bagian ini.

Soal pembagian berapa jumlah yang harus ditampung, hal itu sangat berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah tentang jumlah. Jangan sampai jumlah bawang yang diimpor akan mengganggu ke stabilan harga bawang dari petani lokal.

Penulis: Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Jelang Putusan MK, Ini Daftar 12 Pemohon Sengketa Ijazah Gibran
Nasional

Ray Rangkuti Nilai Putusan MA dan MK Tutup Ruang Debat Ijazah

...

Read moreDetails
Gelar Bintang Mahaputera Adipurna Listyo Belum Dicabut, Ini Kata Istana

Gelar Bintang Mahaputera Adipurna Listyo Belum Dicabut, Ini Kata Istana

Karhutla Riau, Tim Gabungan Fokus Pukul “Kepala Api” di Hari Keenam. Kota Pekanbaru Akhirnya Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla 

Banyak Perusahaan di Riau yang Abaikan Restorasi Gambut Pascakarhutla

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

Jikalahari Minta Mendagri Evaluasi Plt Gubri dan Seluruh Kelapa Daerah Terkait Karhutla

Kenali 3 Jenis Masker dan Manfaatnya untuk Kulit Wajah

Kenali 3 Jenis Masker dan Manfaatnya untuk Kulit Wajah

Arema FC Petik Kemenangan Perdana League Cup 2026/2027, Hanif Sjahbandi Cetak Gol Manis

Arema FC Petik Kemenangan Perdana League Cup 2026/2027, Hanif Sjahbandi Cetak Gol Manis

Next Post

Masih Banyak PNS “Kedai Kopi” di Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.