BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Provinsi Riau membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp22 triliun untuk meningkatkan kualitas seluruh ruas jalan provinsi agar mencapai status mantap. Kebutuhan itu karena sekitar 35% jaringan jalan masih dalam kategori kondisi tidak mantap berdasarkan survei fisik per Desember 2025.
Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Khairul Rizal, menjelaskan total panjang jalan provinsi mencapai 2.897 kilometer. Dari jumlah itu, sekitar 65% atau 1.800 kilometer sudah mantap, sedangkan 1.067 kilometer sisanya masih tidak mantap.
Menurutnya, sejumlah anggaran diperlukan untuk menuntaskan perbaikan sisa jalan yang belum memenuhi standar teknis. “Totalnya sekitar Rp22 triliun untuk mencukupi 35% lagi supaya menjadi mantap,” ujar Khairul Rizal di Pekanbaru.
Khairul Rizal menegaskan penetapan data persentase kemantapan jalan memerlukan persetujuan pemerintah pusat sebelum dijadikan acuan evaluasi resmi daerah. Proses verifikasi itu krusial agar angka yang digunakan memiliki keabsahan secara nasional.
“Untuk Desember 2026 akan muncul data survei kondisi jalan yang baru, dan itu belum bisa kami keluarkan atau publikasikan karena harus ada verifikasi dari Kementerian PUPR,” kata Khairul Rizal.
Pelaksanaan survei lapangan berfungsi sebagai landasan teknis dalam menyusun perencanaan serta menentukan metode perbaikan pada setiap segmen jalan. Penanganan jalan berstatus tidak mantap akan disesuaikan dengan skala kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.
“Data itu gunanya untuk desain perencanaan kita. Jalan yang tidak mantap ada beberapa bagian, ada yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan; penanganannya tentu disesuaikan dengan kondisi jalan,” tutur Khairul Rizal.
Besaran kebutuhan Rp22 triliun menjadi tantangan pembiayaan tersendiri bagi Pemprov Riau dalam mempercepat pemerataan infrastruktur daerah. Pihaknya masih menunggu hasil verifikasi data terbaru dari kementerian guna menetapkan skala prioritas pembangunan dan penanganan teknis secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.*









