BERTUAHPOS.COM — Harga emas dunia masih tertekan dan diperdagangkan di bawah level USD4.000 per ons pada Senin 26 Oktober 2026. Posisi tersebut bertahan di dekat titik terendah dalam lebih dari 3 bulan terakhir.
Kondisi tersebut seiring dengan investor mencermati eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan bersiap menghadapi keputusan suku bunga bank sentral global pekan ini.
Tekanan terhadap komoditas emas muncul di tengah kecemasan pasar atas arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan dua opsi, yakni mengejar kesepakatan diplomasi dengan Iran atau melanjutkan serangan militer setelah pemilihan paruh waktu pekan depan.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ancaman terhadap warga Amerika Serikat di seluruh kawasan. Pihak Teheran dilaporkan telah siap melakukan aksi balasan yang berpotensi menargetkan posisi Israel dan Uni Emirat Arab.
Konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah telah mendorong lonjakan harga komoditas energi pada tahun ini. Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran atas lonjakan inflasi sekaligus memperkuat spekulasi bahwa suku bunga acuan global akan bertahan di tingkat yang lebih tinggi.
Kondisi suku bunga tinggi cenderung menekan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Logam mulia ini memang tidak menawarkan kupon atau dividen, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen berbunga ketika biaya pinjaman mahal.
Di sisi lain, Federal Reserve secara luas diproyeksikan bakal mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil pada keputusan pekan ini. Namun, pasar melihat peluang kenaikan suku bunga pada bulan Desember jika tekanan inflasi berlanjut.
Langkah menahan suku bunga acuan juga diperkirakan akan diambil oleh bank sentral di kawasan Zona Euro dan Jepang. Sikap wait and see ketiga bank sentral utama dunia itu memperpanjang ketidakpastian bagi pasar komoditas, termasuk emas.
Kombinasi antara risiko geopolitik yang memanas dan prospek suku bunga tinggi menempatkan harga emas dunia dalam posisi sulit. Di satu sisi, ketegangan Timur Tengah biasanya mendorong permintaan aset safe haven, tetapi di sisi lain, imbal hasil obligasi yang tinggi membatasi ruang penguatan emas.
Pasar kini menanti sinyal lebih jelas dari pertemuan The Fed pekan ini untuk menentukan arah pergerakan harga emas dunia dalam beberapa bulan mendatang. Selama ketidakpastian kebijakan AS terhadap Iran belum mereda, volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi.*








