BERTUAHPOS.COM — Sebanyak 50 warga masih bertahan di posko pengungsian yang didirikan di tiga titik pascabanjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam.
Posko tersebut didirikan di rumah dinas bupati dan sejumlah ruko warga, menyusul bencana yang mengakibatkan dua warga hilang dan empat orang luka-luka.
Rumah warga hingga saat ini masih belum bisa dihuni karena terendam material lumpur akibat banjir bandang. Kondisi ini diperparah dengan fasilitas listrik dan air bersih yang masih terputus akibat peristiwa tersebut.
Kebutuhan pangan hingga obat-obatan telah disalurkan kepada para pengungsi selama berada di posko. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak Selasa untuk menangani dampak bencana ini.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengatakan petugas masih melakukan pencarian terhadap satu orang warga di daerah Arosuka yang dinyatakan hilang sejak malam sebelumnya hingga Selasa pagi. “Penelusuran jalan untuk evakuasi masyarakat telah dimulai sejak tadi malam guna mempercepat proses pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, dua unit alat berat diterjunkan ke daerah Nagari Kayu Aro, Arosuka, pada Selasa pagi untuk membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan menuju kantor Bupati Solok.
Tumpukan batu besar serta luapan air Sungai Batang Baliang masih menimbun sejumlah bangunan instansi pemerintahan, seperti kantor DPRD, Dinas Pariwisata, dan Kantor PU.









