BERTUAHPOS.COM — Bank Indonesia (BI) menekanan peran strategis UMKM terhadap ekonomi di tengah tekanan global yang terus beruntun. Dengan lebih dari 65 juta unit usaha, sektor ini diyakini mampu menjadi tameng pertumbuhan dari dalam negeri.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa ketidakpastian dunia akibat perang Timur Tengah dan hambatan rantai pasok Selat Hormuz memaksa pemerintah memperkuat sumber ekonomi domestik.
“UMKM benar-benar menjadi pilar penting dari pembangunan. Ada lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia,” ujarnya dalam Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026 di Grha Bhasvara Icchana, Senin, 22 Juni 2026.
Bila potensi UMKM dimaksimalkan, dampaknya akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pengembangan sektor ini dijalankan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029.
Perry menambahkan, langkah ini juga merupakan perwujudan Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan ekonomi kerakyatan.
Untuk memperkuat peran UMKM terhadap ekonomi, BI telah mengerahkan 46 kantor perwakilan di seluruh Indonesia dalam memberikan pendampingan. Saat ini, sekitar 3.000 UMKM binaan bergerak di sektor kuliner, fesyen, hingga pengembangan usaha di lingkungan pesantren.
“Di seluruh Indonesia ada air kemasan, peternakan, green farming, ekonomi kreatif, bahkan kami punya asosiasi bisnis pesantren. Sudah maju semuanya,” tutur Perry.








