BERTUAHPOS.COM — Kebutuhan hewan kurban di Provinsi Riau pada Idul Adha 1447 H/2026 diprediksi meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, dari 50.463 ekor pada 2025 menjadi 52.885 ekor tahun ini — seiring membaiknya kondisi perekonomian masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Mimi Yuliani Nazir, di Pekanbaru, Senin, 25 Mei 2026. “Prediksi kami penyembelihan hewan kurban di Riau pada Idul Adha tahun ini akan meningkat hingga 4,8 persen — ini bisa kita lihat dari meningkatnya permintaan hewan kurban dan perekonomian masyarakat yang sudah mulai kembali membaik,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas PKH Riau, pemotongan hewan kurban pada 2025 tersebar hampir merata di 12 kabupaten dan kota se-Riau. Kota Pekanbaru mencatatkan angka pemotongan tertinggi dengan 9.435 ekor, disusul Kabupaten Kampar 7.641 ekor, dan Bengkalis 5.012 ekor.
“Untuk tahun lalu, jumlah pemotongan hewan kurban di Pekanbaru sebanyak 9.435, Kampar sebanyak 7.641 ekor, Bengkalis 5.012 ekor,” kata Mimi.
Daerah lainnya mencatatkan pemotongan hewan kurban dengan rincian Rokan Hulu 4.745 ekor, Siak 3.744 ekor, Kuantan Singingi 3.484 ekor, dan Rokan Hilir 3.438 ekor. Indragiri Hulu menyumbang 3.152 ekor, Indragiri Hilir 3.071 ekor, Kota Dumai 3.267 ekor, Pelalawan 2.752 ekor, serta Kepulauan Meranti 722 ekor. Di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 3.438 ekor, Kepulauan Meranti 722 ekor, dan di Kota Dumai 3.267 ekor,” papar Mimi.
Untuk memastikan kualitas dan keamanan hewan kurban yang beredar di masyarakat, Dinas PKH Riau juga mengimbau seluruh petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan kabupaten dan kota se-Riau aktif melakukan pemeriksaan kesehatan ternak di tempat penampungan maupun lapak penjual.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa setiap hewan kurban yang disembelih benar-benar dalam kondisi sehat dan layak. “Setelah diperiksa dan ternak dinyatakan sehat, akan diberikan sertifikat kesehatan hewan,” kata Mimi.









