BERTUAHPOS.COM — Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyebut lemahnya eksekusi kebijakan dan ketidakpastian regulasi sebagai penghambat investasi utama di Indonesia saat ini, bukan minimnya minat investor. HKI mendesak pemerintah segera memperbaiki koordinasi lintas level, menuntaskan tata ruang, dan menjamin konsistensi kebijakan agar realisasi investasi bisa dipercepat.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana menyampaikan hal itu dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 6 Mei 2026. Ia menilai berbagai upaya diplomasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto ke negara-negara mitra sudah berhasil mendongkrak minat investor, namun peluang itu belum sepenuhnya terkonversi menjadi realisasi di lapangan.
“Tantangan terbesar justru ada pada tahap implementasi di dalam negeri,” ujar Ma’ruf.
HKI mencatat investasi yang sudah masuk kerap membentur hambatan di tahap implementasi, baik di kementerian dan lembaga maupun pemerintah daerah. Kondisi ini terlihat jelas dari jalannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang seharusnya menjadi motor investasi, tetapi dalam praktiknya justru kerap terganjal kebijakan di berbagai tingkat.
HKI mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab hambatan tersebut. Pertama, lemahnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua, kepastian tata ruang yang belum tuntas. Ketiga, munculnya kebijakan daerah yang tidak selalu punya dasar regulasi kuat namun berdampak langsung pada kegiatan investasi.
“Hambatan investasi hari ini bukan pada minat, tetapi pada kepastian hukum dan eksekusi. KEK dan PSN yang seharusnya menjadi katalis justru sering digergaji di berbagai level,” tegas Ma’ruf.
Atas kondisi itu, HKI meminta pemerintah mempercepat penyelesaian tata ruang dan memastikan seluruh kebijakan berjalan konsisten tanpa menciptakan ketidakpastian baru bagi pelaku usaha. HKI juga menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengidentifikasi hambatan dan mendorong solusi yang lebih implementatif.
Dengan perbaikan kepastian hukum dan tata kelola, HKI optimistis realisasi investasi dapat dipercepat dan memberi kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ma’ruf menegaskan posisi HKI dalam pernyataan penutupnya.
“Dengan adanya kepastian hukum dan perbaikan tata kelola, HKI optimistis realisasi investasi dapat dipercepat dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” sebutnya.









