BERTUAHPOS.COM — Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan sebesar 1,69 persen pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026. Logam mulia ini menetap di level US$3.622,9 per troy ons setelah sebelumnya tertekan tiga hari beruntun.
Kenaikan tajam tersebut belum cukup untuk mendongkrak performa emas secara keseluruhan sepanjang April 2026. Dikutip dari Bloombergtechnoz, nilai aset ini justru melemah sekitar 1,1 persen secara point-to-point selama sebulan penuh.
Tekanan utama terhadap pergerakan emas berasal dari memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Sejak konflik bersenjata meletus pada akhir Februari lalu, situasi di Timur Tengah terus bergejolak dan memengaruhi selera investor terhadap aset lindung nilai.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan masih bersikukuh menjalankan blokade di perairan Iran. Bloomberg News melaporkan bahwa militer AS tengah menyiapkan sejumlah opsi lanjutan yang membuka peluang pecahnya kembali pertempuran setelah masa gencatan senjata berakhir.
Iran di sisi lain menegaskan posisinya untuk mempertahankan kedaulatan wilayah strategis di kawasan Teluk Persia. Sikap keras kedua negara ini mempertebal ketidakpastian global yang turut mendorong pergerakan harga komoditas.
“Iran akan mengamankan wilayah Teluk Persia dan memerangi eksploitasi musuh di perairan tersebut,” tulis Khamenei dalam pernyataan tertulis.
Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, itu mempertegas kendali Teheran atas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia. Imbasnya, harga minyak mentah jenis brent ikut menguat 6,18 persen sepanjang April 2026.
Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi global yang berkepanjangan, mempersulit bank sentral di berbagai negara untuk memangkas suku bunga acuan. Kondisi ini menekan daya tarik emas sebagai aset non-yielding yang tidak memberikan imbal hasil langsung.
Analisis teknikal bulanan menunjukkan indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 73, mengindikasikan posisi bullish namun sudah masuk zona jenuh beli atau overbought. Sementara itu, Stochastic RSI bertengger di posisi nol yang mencerminkan kondisi jenuh jual atau oversold.
Memasuki perdagangan Mei, emas berpeluang menguji level resisten di kisaran US4.758 hingga US4.840 per troy ons apabila berhasil menembus pivot point US4.675. Sebaliknya, jika tekanan berlanjut, level support terdekat diprediksi berada di angka US4.592 per troy ons.[]









