BERTUAHPOS.COM — Ilmuwan memprediksi fenomena El Nino tahun 2026 bakal sangat kuat dan mengancam lingkungan secara masif. Prediksi ini menjadikan 2026 salah satu tahun terpanas sepanjang sejarah Bumi.
Peneliti dari University of Hawaii merilis studi terbaru di Geophysical Research Letters. Mereka menganalisis suhu serta ketinggian permukaan laut untuk ramal dampak El Nino pada ekosistem.
“Jika terjadi El Nino ‘super’, maka kemungkinan tahun 2027 akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat,” tulis Carbon Brief.
Fenomena cuaca di Pasifik tropis ini membentuk pola global yang ekstrem. Kondisi demikian memicu kekeringan parah, banjir bandang, serta gelombang panas laut yang merusak terumbu karang.
Data suhu dari lima kelompok penelitian berbeda mendukung spekulasi Carbon Brief. Analisis lingkungan mereka menyimpulkan 2026 berpotensi catat rekor panas kedua tertinggi.
Suhu global terus merangkak naik sepanjang tahun akibat El Nino. Musim gugur khususnya berisiko hadirkan varian ‘super’ yang memperburuk degradasi lingkungan.
Model iklim terbaru perkirakan kenaikan median hingga 2,2 derajat Celsius di September. Skenario ini tempatkan dunia di bawah tekanan El Nino super yang hancurkan keseimbangan alam.
Pemanasan diperkirakan mencapai puncak setelah September. El Nino biasanya klimaks antara November hingga Januari, perburuk kerusakan habitat liar.
Secara historis, ramal kekuatan El Nino di awal tahun memang menantang. Ilmuwan butuh beberapa bulan tambahan untuk konfirmasi fenomena besar seperti ini.
Peneliti Hawaii kembangkan metode prediksi akurat hingga 15 bulan ke depan. Studi mereka pakai pengamatan suhu dan ketinggian permukaan laut sebagai fondasi utama.
Penulis utama Yuxin Wang tekankan perubahan permukaan laut ungkap ancaman panas tropis. Anomali suhu global di luar Pasifik pun kontribusi pada evolusi El Nino atau La Nina.
Tim masukkan data historis ke model komputer untuk uji coba. Sistem ini bukti ketepatan ramal indeks kekuatan El Nino dengan presisi tinggi.
“Kami menemukan bahwa alat ini dapat memprediksi El Nino dan La Nina dengan sangat baik, dengan akurasi yang berguna hingga sekitar 15 bulan ke depan,” ujar Wang.
Model prediksi El Nino kuat di Pasifik timur Khatulistiwa akhir tahun. Suhu bakal lebih dari 2 derajat Celsius di atas normal, tekan ekosistem laut secara brutal.
“Kami menemukan bahwa alat ini dapat memprediksi El Nino dan La Nina dengan sangat baik, dengan akurasi yang berguna hingga sekitar 15 bulan ke depan,” ujar Wang.[]









