BERTUAHPOS – Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah pemangku kepentingan resmi memulai rangkaian Riau Sharia Week (RSW) 2026 melalui kegiatan kick off di Pondok Pesantren Baitul Qur’an, Rumbai, Pekanbaru, pada 26 Februari 2026.
Agenda ini menjadi langkah awal penguatan ekonomi dan keuangan syariah menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “SENAPELAN – Sinergi Akselerasi Ekonomi Syariah untuk Penguatan Halal Lifestyle yang Berkelanjutan” tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BI Riau Panji Achmad, Deputi Kepala OJK Riau Elvira Azwan, Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Riau Ronny Bowo Laksono, serta unsur pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, pelaku industri halal, dan akademisi.
Kepala Perwakilan BI Riau Panji Achmad menegaskan bahwa ekonomi syariah kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Ekonomi syariah tidak hanya mencerminkan karakteristik sosial masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan baru yang mendorong aktivitas ekonomi produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prinsip pembiayaan yang terhubung langsung dengan sektor riil serta nilai keadilan dalam sistem syariah dinilai mampu memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan daya saing industri daerah hingga tingkat global.
Sejalan dengan itu, Plt Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Ronny Bowo Laksono menilai Riau memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di Sumatera.
“Dengan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan dukungan kelembagaan yang ada, ekonomi syariah di Riau dapat berkembang lebih pesat jika seluruh pemangku kepentingan bersinergi,” katanya.
Riau Sharia Week sendiri dirancang sebagai agenda tahunan yang mengintegrasikan edukasi, inovasi, dan promosi industri halal melalui tiga program utama, yakni Sharia Forum untuk literasi ekonomi syariah, Sharia Competition bagi inovasi generasi muda dan pelaku usaha, serta Sharia Fair yang menampilkan produk halal dan UMKM syariah unggulan daerah.
Dalam rangkaian kick off tersebut, peserta juga mengikuti panen bersama komoditas cabai merah di Green House Pondok Pesantren Baitul Qur’an. Program ini merupakan implementasi INFRATANI (Integrated Farming with Technology Information and Society) yang dijalankan sejak 2025 guna memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus mendukung pengendalian inflasi pangan daerah.
Melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan keterlibatan pesantren, program tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga komoditas strategis, khususnya cabai merah, sekaligus memperluas peran pesantren dalam ekosistem ekonomi syariah produktif.
Bank Indonesia berharap Riau Sharia Week 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga katalis kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penguatan halal lifestyle, kemandirian ekonomi umat, serta stabilitas ekonomi berkelanjutan di Provinsi Riau.***








