HOTEL bintang tiga di Provinsi Riau menjadi primadona pada Desember 2025. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel kelas ini menembus 60,62%, mengungguli sebagian besar klasifikasi lainnya dan menunjukkan tingginya minat tamu terhadap segmen menengah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, secara keseluruhan TPK hotel berbintang pada Desember 2025 mencapai 52,92%. Angka ini naik 3,87 poin dibandingkan November 2025 yang berada di level 49,05%. Jika dibandingkan Desember 2024 sebesar 48,91%, okupansinya juga naik 4,01 poin.
Meski hotel bintang empat memang mencatat TPK tertinggi sebesar 63,38%, namun hotel bintang tiga lebih konsisten dengan okupansi 60,62%, sehingga menempatkannya sebagai segmen yang paling kompetitif di pasar akomodasi di Provinsi Riau.
Sementara itu, hotel bintang dua mencatat TPK 39,46% dan bintang satu sebesar 30,45%. Untuk hotel nonbintang, tingkat hunian kamar tercatat 27,24%. “Tamu cenderung terkonsentrasi di hotel kelas menengah hingga menengah atas,” kata Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi, dalam laporan bulannya.
Tak hanya unggul dari sisi okupansi, hotel bintang tiga juga mencatat rata-rata lama menginap tamu asing (RLMT) tertinggi. Pada Desember 2025, tamu mancanegara yang menginap di hotel bintang tiga rata-rata tinggal selama 2,75 malam.
Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang di Riau pada Desember 2025 tercatat 1,33 malam. Angka ini turun tipis 0,01 poin dibandingkan November 2025 yang mencapai 1,34 malam.
Jika dirinci, rata-rata lama menginap tamu asing di seluruh hotel berbintang mencapai 2,41 malam. Artinya, wisatawan mancanegara umumnya menginap antara dua hingga tiga malam. Sementara tamu domestik rata-rata menginap 1,32 malam atau sekitar satu hingga dua malam.
Pada klasifikasi hotel lainnya, tamu asing yang menginap di hotel bintang empat rata-rata tinggal 2,26 malam. Di hotel bintang dua hanya 1,09 malam, dan di bintang satu sebesar 1,16 malam.
Untuk tamu domestik, lama menginap terpanjang tercatat di hotel bintang empat dengan 1,37 malam. Di hotel bintang tiga, rata-rata tamu domestik menginap 1,31 malam, bintang dua 1,29 malam, dan bintang satu 1,24 malam.
Kenaikan okupansi hotel pada Desember 2025 sejalan dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara. BPS mencatat jumlah wisman yang datang ke Riau mencapai 32.581 kunjungan pada Desember 2025, naik 22,08% dibanding November 2025 dan melonjak 85,70% dibandingkan Desember 2024.
Dari total tersebut, 6.998 wisman masuk melalui pintu utama imigrasi, sedangkan 25.583 kunjungan tercatat melalui perbatasan non-imigrasi menggunakan Mobile Positioning Data (MPD) di Bengkalis.
Secara kumulatif Januari–Desember 2025, jumlah kunjungan wisman ke Riau mencapai 284.973 kunjungan. Angka ini memang turun 35,07% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, namun tren akhir tahun menunjukkan pergerakan positif.***








