• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Santri Ini Berhasil Kembangkan Usaha Budidaya Entok Jumbo hanya dengan Memanfaatkan Limbah Nasi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Februari 2026
Santri Ini Berhasil Kembangkan Usaha Budidaya Entok Jumbo hanya dengan Memanfaatkan Limbah Nasi

Santri Berhasil Kembangkan Usaha Budidaya Entok Jumbo hanya dengan Memanfaatkan Limbah Nasi

220
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Di lingkungan pondok pesantren Tegalrejo, Magelang, Muhammad Nurdin menekuni usaha yang tidak biasa bagi sebagian santi. Dia memilih menekuni ternak entok jumbo pedaging dan breeding, dengan memanfaatkan limbah sisa makanan seperti nasi pesantren sebagai pakan utama.

Usaha ini bermula dari keprihatinan sederhana. Sisa nasi santri yang selama ini terbuang dianggap mubazir. Dari situlah muncul gagasan untuk mengalihkannya ke usaha produktif.

Dengan modal awal sekitar Rp3,5 juta dari Pak Kyai, Muhammad Nurdin diminta mengelola ternak entok, “agar hasilnya dapat membantu pembangunan pesantren sekaligus menjadi sarana belajar usaha bagi para santri,” katanya seperti dilihat Bertuahpos di unggahan video Youtube Capcapung.

Pilihan jatuh pada entok bukan tanpa alasan. Menurut Nurdin, entok jauh lebih adaptif dibanding ayam atau bebek. Pakan entok relatif mudah dan murah. Nasi sisa, bekatul, dan tambahan konsentrat pabrikan sudah cukup untuk membuat entok tumbuh gemuk. Bahkan, hingga 70–80 persen pakan bisa berasal dari nasi sisa tanpa menghambat pertumbuhan.

Namun perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Pada tahun pertama, ketika jual-beli sedang ramai, Nurdin mengakui mereka lalai terhadap manajemen kesehatan ternak. Entok yang datang langsung dicampur tanpa karantina.

Akibatnya, penyakit yang dikenal peternak lokal sebagai “mata biru” atau aradan menyebar cepat. Dalam satu periode, sekitar 300 ekor entok mati karena serangan virus.

Musibah itu menjadi titik balik. Nurdin dan rekan-rekan santri mulai belajar serius. Mereka mendatangi peternak lain, bertanya soal gejala penyakit, obat, vaksin, hingga manajemen kandang.

“Waktu itu benar-benar puntang-panting belajar,” ujarnya.

Perlahan, pemahaman tentang biosekuriti, karantina, dan pencegahan penyakit mulai terbentuk.

Kini, perawatan kandang menjadi rutinitas utama. Pemberian pakan teratur, pembersihan kandang, penyemprotan disinfektan, serta vaksinasi dilakukan secara berkala. Limbah nasi tidak langsung diberikan ke entok.

Nasi dicuci terlebih dahulu menggunakan ceting, disiram air hingga minyak hilang, baru dicampur bekatul dan konsentrat sebelum diberikan sebagai pakan.

Perubahan juga dilakukan pada sistem kandang. Awalnya kandang langsung di atas tanah, yang menimbulkan bau ketika populasi padat.

Setelah evaluasi, alas kandang diganti pasir. Hasilnya signifikan. Kotoran entok yang berbentuk cair langsung meresap, bau berkurang drastis, dan lingkungan kandang menjadi lebih sehat.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Pada entok kecil, kekurangan protein bisa memicu kanibalisme. Sementara pada indukan, Nurdin pernah mendapati entok memakan telurnya sendiri. Solusinya sederhana tapi krusial: penambahan mineral.

“Kalau mineral cukup, perilaku itu berhenti,” katanya.

Pengalaman ini memperkaya pemahaman santri tentang pentingnya nutrisi seimbang.

Untuk pembesaran, Nurdin menilai kandang ideal adalah kandang tertutup dengan atap UV. Sistem ini melindungi entok dari angin dingin tanpa menghalangi panas matahari.

Sebab, entok pedaging sangat rentan terkena pilek. Jika terserang, pertumbuhan melambat. Target bobot tiga hingga tiga setengah kilogram di usia tiga bulan bisa turun menjadi dua kilogram saja.

Dari sisi usaha, penjualan entok jumbo kini menunjukkan hasil menggembirakan. Selain pasar lokal, Nurdin tak menyangka produknya bisa menembus luar pulau. Melalui pemasaran digital di TikTok dan Facebook, entok jumbo breeding pernah dikirim hingga ke Kalimantan. “Itu di luar dugaan kami,” ujarnya.

Keunikan lain dari usaha ini adalah integrasi dengan pertanian pesantren. Di sekitar kandang terdapat lahan cabai dan kubis. Kotoran entok yang menggumpal dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Dengan cara ini, peternakan dan pertanian saling terhubung, menciptakan siklus produksi yang berkelanjutan.

Bagi Nurdin, tujuan utama usaha ini bukan semata keuntungan. Ia ingin santri melihat langsung bahwa peternakan dan pertanian bisa menjadi jalan hidup yang bermartabat. Di pesantren, santri dibagi ke berbagai unit—peternakan, pertanian, koperasi—agar mereka punya keterampilan nyata saat kembali ke masyarakat.

“Harapan kami sederhana,” kata Nurdin. “Santri bisa belajar, pesantren terbantu, dan peternakan entok ini terus berkembang.” ***

Tags: budidayapeternakan
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak
Ekonomi

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

...

Read moreDetails
Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Populasi Kerbau Sumbar Naik 6,7%

Populasi Kerbau Sumbar Naik 6,7%

Agar Susu Sapi Lancar Setelah Melahirkan, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Peternak

Agar Susu Sapi Lancar Setelah Melahirkan, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Peternak

harga sapi kurban. Riau Siapkan Model Ekonomi Baru Sawit–Sapi, Tujuh Klaster SISKA Jadi Uji Coba Dongkrak Populasi Ternak

Riau Siapkan Model Ekonomi Baru Sawit–Sapi, Tujuh Klaster SISKA Jadi Uji Coba Dongkrak Populasi Ternak

Pemprov Riau Dorong Integrasi Sawit dan Peternakan Sapi untuk Tunjang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemprov Riau Dorong Integrasi Sawit dan Peternakan Sapi untuk Tunjang Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Next Post
Lebih dari Sekadar Berbuka, FOX Hotel Pekanbaru Hadirkan Program Iftar “Serambi Ramadan”

Lebih dari Sekadar Berbuka, FOX Hotel Pekanbaru Hadirkan Program Iftar “Serambi Ramadan”

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.