BERTUAHPOS — Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik rencana pembangunan infrastruktur jembatan—yang akan menghubungkan wilayah Malaka, Malaysia, dengan Provinsi Riau, Indonesia. Pemerintah Negara Bagian Malaka secara resmi telah mengumumkan rencana strategis itu.
Provinsi Riau menjadi daerah paling strategis untuk menghubungkan kedua negara—Malaysia-Indonesia. Jarak dari Kota Dumai, Riau ke Malaka cukup dekat—apalagi jika dihubungkan dengan fasilitas pendukung memadai.
“Dampaknya akan sangat besar, terutama dari sisi arus barang dan jasa,” kata Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata (SF) Hariyanto, saat refleksi akhir tahun 2025 di Kantor Gubernur Riau, Rabu, 31 Desember 2025.
Rencana pembangunan jembatan Malaka-Riau merupakan proyek ambisius yang pertama kali diungkapkan oleh Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh. Dalam proyeksinya, jembatan ini akan dibangun dengan bentang panjang lebih dari 47 kilometer.
Namun, menurut laporan Free Malaysia Today, proyek ini masih dalam tahap awal dan pemerintah negara bagian akan melakukan studi kelayakan pada Januari 2026, dengan alokasi yang digelontorkan sebanyak RM500.000 atau sekitar Rp2 miliar.
Uang itu dipakai untuk kajian secara komprehensif dari berbagai aspek, mulai dari aspek teknis, nilai ekonomis, termasuk manajemen logistik dari proposal proyek tersebut, dengan menyewa konsultan profesional.
Yusoh yakin betul, hadirnya jembatan ini akan memberikan stimulus ekonomi signifikan bagi kedua negara, dan Malaka akan sangat diuntungkan.
Pemerintah negara bagian itu, justru sudah menyiapkan rencana rencana konversi lahan seluas 5.000 hektar di wilayah Masjid Tanah, untuk dikembangkan menjadi kawasan industri baru yang terintegrasi.
Karena proyek pembangunan jembatan Malaka-Riau ini menyangkut dua negara, SF Hariyanto menegaskan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan dukungan rencana pembangunan, sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Kami (Pemprov Riau) tentu tidak bisa ikut campur. Namun, Pemda siap memberikan dukungan apapun yang dibutuhkan sesuai dengan arahan pusat,” kata Hariyanto.***








