BERTUAHPOS – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada Senin, 1 Desember 2025. Pasar khawatir dengan kinerja ekspor yang dianggap masih lemah, menjadi penyebab utama penurunan harga komoditi itu.
Menurut investor minyak sawit, David Ng, meningkatnya produksi CPO turut membebani sentimen pelaku pasar. Tekanan ganda dari sisi suplai dan permintaan membuat harga bergerak di bawah level psikologis tertentu.
“Kami melihat support di RM4.000 dan resistance di RM4.180,” ujar Ng saat menjelaskan arah harga dalam jangka pendek. Pasar disebutnya masih mencari level stabil di tengah meningkatnya volatilitas.
Pada sesi penutupan, kontrak Desember 2025 dan Januari 2026 masing-masing turun RM17 menjadi RM4.060 dan RM4.091 per ton. Kontrak Februari 2026 ikut turun RM20 ke posisi RM4.094, mencerminkan tekanan serupa pada harga kontrak jangka menengah.
Kontrak Maret 2026 dan April 2026 juga terkoreksi masing-masing RM18 menjadi RM4.104 dan RM4.107 per ton. Sementara itu, kontrak Mei 2026 melemah RM15 ke level RM4.105 per ton, menambah tren penurunan pada seluruh tenor perdagangan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume meningkat menjadi 51.780 lot dibandingkan 47.327 lot pada Kamis lalu. Namun, open interest justru turun menjadi 280.164 kontrak dari 282.153 sebelumnya, menandakan sebagian pelaku pasar memilih mengurangi posisi.
Sementara itu, harga CPO fisik untuk Desember tercatat naik RM10 menjadi RM4.110 per ton. Kenaikan tipis ini menunjukkan pasar fisik masih bergerak stabil meski harga berjangka mengalami tekanan.***
Sumber: Bernama









