BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan melemah pada pekan ini. Hal itu karena ekspektasi meningkatnya produksi minyak sawit menjelang akhir tahun, menurut pelaku pasar.
Pedagang minyak sawit David Ng mengatakan pasar turut tertekan oleh melemahnya permintaan musiman. “Harga CPO pekan ini kemungkinan bergerak di kisaran RM4.000 hingga RM4.150 per to,” katanya dilansir dari Bernama, Senin, 24 November 2025.
Sementara itu, pedagang senior Interband Group of Companies, Jim Teh, memperkirakan harga CPO akan diperdagangkan antara RM3.900 hingga RM4.000 per ton. Prediksi ini didorong posisi stok yang masih tinggi pada Oktober 2025.
Jim Teh menilai harga tersebut tetap menguntungkan bagi petani. Ia menyebut penguatan nilai ringgit ikut memberikan sentimen positif bagi pasar domestik.
Permintaan minyak sawit global tercatat melambat, terutama karena Tiongkok beralih membeli lebih banyak minyak kedelai dari Amerika Serikat. Kondisi ini diperburuk melemahnya permintaan umum menjelang akhir tahun.
Meski begitu, permintaan fisik dari India, Pakistan, Uni Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat tetap memberikan penopang terhadap pergerakan pasar. Pedagang memperkirakan dinamika ini masih akan berlanjut sampai awal 2026.
Secara mingguan, kontrak CPO Desember 2025 turun RM50 menjadi RM4.050 per ton, kontrak Januari 2026 turun RM65 menjadi RM4.063 per ton, dan kontrak Februari 2026 turun RM76 menjadi RM4.069 per ton.
Volume perdagangan mingguan naik menjadi 481.674 lot, sedangkan open interest meningkat menjadi 287.400 kontrak. Untuk CPO fisik, harga bulan Desember Selatan naik RM20 menjadi RM4.100 per ton.***









