BERTUAHPOS — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan jumlah investor di pasar modal hingga 20 juta pada tahun depan, 2026.
Menurut laporannya, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 19,1 juta Single Investor Identification (SID) hingga akhir Oktober 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyebut capaian ini sebagai lompatan besar.
“Pertumbuhan signifikan terlihat jika dibandingkan beberapa tahun lalu ketika jumlah investor masih berada di angka satu jutaan,” katanya belum lama ini.
Inarno menjelaskan bahwa OJK menargetkan jumlah investor pasar modal menembus lebih dari 20 juta dalam roadmap pasar modal Indonesia 2023–2027. Target tersebut bisa tercapai lebih cepat, yakni pada pertengahan atau kuartal I/2026.
Menurut Inarno, pertumbuhan investor saat ini masih didominasi oleh investor ritel. Namun OJK berharap peran investor institusi domestik dapat meningkat untuk memperkuat struktur pasar modal nasional.
Pada kesempatan lain, Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, melaporkan jumlah investor per 7 November 2025 telah mencapai 19,32 juta SID. Angka itu naik 29,91% dibandingkan 2024 yang mencatat 14,87 juta SID.
Eddy menyampaikan bahwa penambahan investor baru mencapai 4,20 juta, melampaui target tahunan sebesar 2 juta investor. Ia menambahkan bahwa investor pasar modal masih didominasi generasi muda berusia di bawah 30 tahun, dengan porsi 54,20%.
Eddy berharap dominasi investor muda dapat menciptakan peningkatan pendapatan dan nilai aset di masa mendatang. Ia menilai tren ini akan memperbesar pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
OJK juga mencatat bahwa investor domestik, baik individu maupun institusi, masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan porsi 69,22%. Pulau Sumatera menyusul dengan 15,99%, kemudian Sulawesi sebesar 5,24%.***









