BERTUAHPOS – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada Kamis, 23 Oktober 2025. Kenaikan ini membalikkan penurunan sebelumnya, akibat dorongan kenaikan harga minyak mentah dan minyak kedelai di pasar global.
Pedagang komoditas David Ng menyebutkan, harga CPO diperkirakan tetap solid dengan dukungan kuat di level RM4.350 per ton dan potensi resisten di RM4.580 per ton. “Fundamental harga minyak nabati lain yang menguat membantu menopang pasar sawit,” ujarnya.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot November 2025 dan Desember 2025 masing-masing naik RM24 menjadi RM4.425 dan RM4.450 per ton. Sementara itu, kontrak Januari 2026 meningkat RM15 menjadi RM4.471 per ton.
Kenaikan juga terjadi pada kontrak Februari 2026 yang bertambah RM15 ke posisi RM4.481 per ton, kontrak Maret 2026 naik RM14 menjadi RM4.476 per ton, serta kontrak April 2026 naik RM15 menjadi RM4.463 per ton.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume meningkat menjadi 113.478 lot dari 109.930 lot pada sesi sebelumnya. Namun, open interest turun menjadi 270.452 kontrak dibanding 277.711 kontrak sehari sebelumnya.
Di pasar fisik, harga CPO untuk wilayah South Malaysia bulan November juga naik RM20 menjadi RM4.450 per ton.
Kenaikan harga ini mencerminkan tren penguatan pasar minyak nabati Asia menjelang akhir Oktober 2025, seiring meningkatnya permintaan menjelang musim perayaan dan stabilnya harga energi global.***









