BERTUAHPOS — Pemprov Riau mengakui kenaikan harga cabai merah cukup tajam telah memicu kenaikan inflasi daerah. Bahkan, kenaikan inflasi jadi sangat signifikan.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengakui kondisi ini tak hanya terjadi di Riau, bahkan secara nasional.
“Inflasi memang terindikasi cukup tinggi, terutama karena cabai merah. Secara nasional juga terjadi kenaikan harga komoditas ini,” ujar Syahrial Abdi di Pekanbaru.
Secara nasional, ada sekitar 60% daerah di Indonesia yang dihadapkan pada persoalan yang sama — kenaikan inflasi akibat naiknya harga cabai.
Komoditas tersebut bahkan menjadi penyumbang utama inflasi secara nasional saat ini.
Untuk menekan lonjakan harga, Pemprov Riau telah rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah dan BUMD Riau Pangan Bertuah.
Sejak Selasa lalu, intervensi pasar dilakukan di lima daerah dengan tujuan menjaga harga agar tidak melampaui harga pasar.
“Operasi pasar sudah kita mulai. Disperindag dan Dinas Tanaman Pangan turun langsung, dan Bank Indonesia juga ikut berkomitmen mendukung langkah ini,” jelasnya.
Intervensi harga diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok serta daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Syahrial menyebutkan bahwa menurut skema Kementerian Pertanian, harga cabai merah diprediksi kembali normal menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan pasokan dan distribusi tetap lancar.***









