BERTUAHPOS – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih tinggi pada Rabu, 1 Oktober, setelah pasar memperkirakan produksi sawit akan tumbuh lebih lambat dalam beberapa minggu ke depan. Kenaikan ini berhasil membalikkan kerugian pada sesi perdagangan sebelumnya.
Pedagang minyak sawit David Ng menyebutkan, kinerja ekspor yang lebih kuat turut mendorong sentimen pasar.
“Kami memperkirakan harga tetap bertahan di atas RM4.350 dengan resisten di RM4.550,” ujarnya dilansir dari Bernama.
Pada penutupan, kontrak spot Oktober 2025 melonjak RM54 menjadi RM4.359 per ton. Kontrak November 2025 naik RM41 ke posisi RM4.365, sementara kontrak Desember 2025 meningkat RM36 menjadi RM4.388.
Untuk kontrak tahun depan, Januari 2026 naik RM28 ke level RM4.404, kontrak Februari 2026 bertambah RM21 menjadi RM4.403, dan kontrak Maret 2026 naik RM15 menjadi RM4.384.
Dari sisi perdagangan, volume turun menjadi 83.099 lot dari 93.836 lot pada hari sebelumnya. Namun, open interest melonjak menjadi 260.977 kontrak, dibandingkan 258.884 kontrak sebelumnya.
Sementara itu, harga fisik CPO untuk Oktober di wilayah Selatan naik RM50 menjadi RM4.390 per ton.***









