STIE Dharma Putra Pekanbaru mewisuda 77 lulusan S1 Manajemen pada Wisuda XIII Tahun Akademik 2024/2025 di Hotel Pangeran. Ketua STIE Dr. Fahmi Umar dan pejabat Riau dorong lulusan siap mengabdi ke masyarakat.
BERTUAHPOS — Yayasan Ar-Rahman Pekanbaru bersama Senat STIE Dharma Putra menggelar Sidang Terbuka Wisuda XIII Program Studi S1 Manajemen Tahun Ajaran 2024/2025. Prosesi wisuda berlangsung di Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, pada Sabtu, 27 September 2025.
Ketua STIE Dharma Putra, Dr. Fahmi Umar, menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari perjalanan studi, melainkan awal untuk mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat.
“Ini adalah pencapaian akademik yang penting bagi keluarga besar STIE Dharma Putra. Selamat kepada seluruh wisudawan, pencapaian ini bukti kerja keras dan doa orang tua,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, STIE Dharma Putra mewisuda 77 lulusan S1 Manajemen. Fahmi Umar berpesan agar para alumni menjaga nama baik almamater serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan masyarakat.
Ia juga menegaskan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagian dosen sudah menyelesaikan S3, sebagian lainnya sedang menempuh program doktoral.
“Mahasiswa akan dididik oleh tenaga profesional, sehingga lahir SDM yang berkualitas. Kampus ini menjadi rumah ilmu yang berakhlak mulia dan berdaya saing untuk bangsa dan negara,” katanya.
“Apa yang diberikan kampus belum sempurna dari berbagai aspek, termasuk perilaku dosen dan civitas akademik yang mungkin kurang berkenan. Untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya,” tambahnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Prof. Nofrialdi, mengingatkan agar generasi saat ini tidak terjebak dalam kemalasan meski sudah didukung fasilitas pendidikan yang lebih baik.
“Sejarah mengajarkan bahwa pendidikan membentuk orang kuat. Jangan sampai kondisi sekarang melahirkan generasi yang malas. Saya mendorong agar kita semua kreatif dan mandiri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menekankan bahwa lulusan sarjana adalah kelompok beruntung. Mayoritas penduduk Indonesia hanya tamat SMP dan SMA, baru 30% yang bisa menyelesaikan sarjana.
“Pemprov Riau punya program satu rumah satu sarjana untuk meningkatkan kualitas SDM. Kami berharap lulusan bisa memberi nilai tambah, bukan menjadi beban masyarakat,” jelasnya.
Pemuncak wisuda, Nurul Azizah Rahman, SM, menyampaikan rasa syukur atas pengalaman yang diperoleh selama kuliah.
“Banyak hal yang saya dapatkan di sini. Ilmu yang diberikan tidak hanya teori, tapi juga relevan dengan tantangan di lapangan. Hubungan hangat antara dosen dan mahasiswa serta solidaritas sesama mahasiswa membuat kami siap menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.***









