BERTUAHPOS – Harga emas dunia (XAU/USD) melemah dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level USD 3.640 per troy ounce pada awal sesi Asia, Jumat, 19 September 2025.
Logam mulia terkoreksi setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di sesi sebelumnya akibat aksi ambil untung (profit taking) serta penguatan Dolar AS, seperti dilansir dari FXSTREET.
Pelemahan harga emas terjadi setelah Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada Rabu, 17 September.
Pemangkasan tersebut merupakan yang pertama tahun ini, menempatkan kisaran target suku bunga pinjaman utama di level 4,0%–4,25%.
Bank sentral juga memberi sinyal dua kali pemangkasan tambahan hingga akhir 2025.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa langkah itu merupakan bagian dari manajemen risiko, bukan tanda perlunya percepatan pemangkasan suku bunga.
Sikap yang kurang dovish tersebut membuat Dolar AS menguat dan menekan harga emas yang berdenominasi USD.
Analis MUFG, Soojin Kim, menyebut investor menilai panduan The Fed kurang dovish dari perkiraan.
“Powell menyoroti risiko inflasi yang dipicu tarif dan menekankan pendekatan ‘pertemuan demi pertemuan’ untuk pemotongan selanjutnya, yang mendorong penguatan dolar,” ujarnya.
Selain faktor kebijakan moneter, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mempengaruhi sentimen pasar. Media Israel melaporkan militer sedang mempersiapkan serangan darat besar-besaran ke Kota Gaza, yang berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe-haven.***









