BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih rendah pada Rabu, 10 September 2025.
Penurunan ini dipicu oleh melemahnya kinerja ekspor serta tekanan dari harga minyak kedelai di pasar global.
Pedagang komoditas David Ng menyebut harga CPO tertekan sentimen pasar setelah Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) melaporkan ekspor bulan Agustus melemah.
“Kami melihat support di RM4.350 dan resistance di RM4.520 per ton,” ujarnya, dilansir dari Bernama.
Data MPOB mencatat ekspor minyak sawit Malaysia pada Agustus hanya 1,32 juta ton, turun tipis 0,29% dari 1,33 juta ton bulan sebelumnya. Sebaliknya, produksi CPO justru meningkat 2,35% menjadi 1,86 juta ton dari 1,81 juta ton pada Juli.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot September 2025 melemah RM48 menjadi RM4.340 per ton. Kontrak Oktober 2025 turun RM62 menjadi RM4.372, sedangkan November dan Desember masing-masing turun RM66 menjadi RM4.413 dan RM4.446 per ton.
Untuk kontrak jangka panjang, harga Januari 2026 turun RM62 menjadi RM4.463 per ton, sementara kontrak Februari 2026 juga melemah RM62 menjadi RM4.459 per ton.
Volume perdagangan naik signifikan menjadi 87.050 lot dari 46.854 lot pada sesi sebelumnya. Sementara itu, open interest ikut meningkat menjadi 254.559 kontrak dibanding 252.265 kontrak sehari sebelumnya.
Harga fisik CPO untuk wilayah Selatan pada September juga turun RM10 menjadi RM4.390 per ton.
Penurunan harga ini menunjukkan pasar CPO masih tertekan oleh lemahnya ekspor dan faktor eksternal, meskipun produksi dalam negeri meningkat.***









