Kontribusi APHI Riau dalam bentuk PBB dan PNBP melonjak tajam pada 2024, capai lebih dari Rp1 triliun. Simak analisis lengkap tren kontribusi sektor kehutanan di Riau.
BERTUAHPOS — Kontribusi industri sektor kehutanan di Riau terhadap penerimaan negara dalam bentuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melonjak signifikan pada 2024.
Berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau, kontribusi PBB dan PNBP pada 2022 tercatat sekitar Rp100 miliar dan Rp250 miliar.
“Angka tersebut relatif stabil hingga 2023 dengan nilai hampir sama, menunjukkan tren kontribusi yang masih terkendali,” kata Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon di Pekanbaru.
Namun, memasuki 2024, kontribusinya meningkat tajam. PBB tercatat menembus lebih dari Rp350 miliar, sementara PNBP melonjak hingga sekitar Rp700 miliar. Lonjakan ini menjadi pencapaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Muller menilai, peningkatan kontribusi ini mencerminkan kinerja sektor kehutanan yang semakin membaik. Selain itu, kepatuhan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada negara juga meningkat seiring perbaikan tata kelola usaha.
“Angka ini menunjukkan komitmen kuat anggota APHI Riau untuk terus mendukung penerimaan negara. Kami berharap tren positif ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar perwakilan APHI Riau.
Peningkatan kontribusi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor kehutanan. PNBP yang melonjak disebut sebagai bukti meningkatnya aktivitas usaha dan pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.
Dengan tren positif tersebut, APHI Riau optimistis kontribusi PBB dan PNBP akan terus tumbuh di 2025. Hal ini sekaligus memperkuat peran sektor kehutanan sebagai salah satu penopang penting perekonomian daerah dan nasional***









