• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

dr. Sita Laksmi Andarini Ungkap Bahaya Rokok, Polusi, dan Kanker Paru

Muhammad Habibie by Muhammad Habibie
28 Agustus 2025
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Penelitian Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa prevalensi perokok di Indonesia masih sangat tinggi lebih dari 60 juta penduduk adalah perokok aktif menempatkan negara ini sebagai wilayah dengan salah satu angka perokok terbesar di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), kematian akibat rokok di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 300.000 jiwa per tahun.

Dalam sebuah tayangan YouTube Ferry Irwandi, hadir dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, Sp.P, seorang dokter spesialis paru, yang membahas secara mendalam dampak merokok, polusi, dan kaitannya dengan kanker paru. Ia menegaskan bahwa kanker paru merupakan penyebab kematian nomor satu dari semua jenis kanker, baik pada pria maupun wanita. Sayangnya, penyakit ini kerap baru terdeteksi pada stadium lanjut.

Menurut dr. Sita Laksmi Andarini, rokok adalah faktor risiko utama kanker paru. Bahayanya tidak hanya menimpa perokok aktif, tetapi juga perokok pasif. “Perokok pasif memiliki risiko hingga empat kali lipat lebih tinggi terkena kanker paru dibandingkan mereka yang tidak terpapar asap rokok,” jelasnya. Faktor lain yang memperburuk risiko adalah polusi udara, terutama di kota-kota besar dengan tingkat pencemaran tinggi.

Gejala kanker paru biasanya baru muncul pada tahap lanjut. Tanda-tanda umum meliputi batuk kronis, batuk berdarah, sesak napas, serta nyeri dada. Banyak pasien baru datang ke rumah sakit ketika gejala sudah muncul, sehingga pilihan pengobatan lebih terbatas dan tingkat kesembuhan menurun.

Lebih lanjut, dr. Sita Laksmi Andarini menyampaikan bahwa merokok tidak hanya merusak paru-paru. Nikotin dan zat berbahaya dalam rokok juga menyerang organ lain, seperti lambung dan sinus, bahkan meningkatkan risiko kanker kandung kemih. “Merokok merusak tubuh secara menyeluruh, bukan hanya paru-paru,” tambahnya.

Meskipun banyak yang beralih ke vape atau shisha dengan anggapan lebih aman, dr. Sita Laksmi Andarini menegaskan bahwa keduanya tetap berbahaya. Produk tersebut masih mengandung nikotin dan bahan kimia lain yang dapat merusak kesehatan jangka panjang. “Vape dan shisha bukan solusi aman untuk berhenti merokok,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Sita Laksmi Andarini merekomendasikan pemeriksaan CT scan thorax dosis rendah, terutama bagi mereka yang termasuk kategori berisiko tinggi. Dengan deteksi dini, kanker paru dapat ditemukan lebih cepat. “Kalau ditemukan di stadium awal, operasi bisa dilakukan dan peluang sembuh jauh lebih besar,” jelasnya.

Namun, jika kanker paru sudah masuk stadium lanjut, pengobatan menjadi lebih kompleks. Metode yang biasa diberikan meliputi kemoterapi, terapi target, imunoterapi, atau radiasi. Setiap pasien akan ditangani sesuai dengan kondisi dan perkembangan penyakitnya agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

Untuk membantu masyarakat melepaskan diri dari ketergantungan rokok, sejumlah rumah sakit kini memiliki klinik berhenti merokok. Klinik ini menyediakan layanan konseling dengan psikiater, hingga metode tambahan seperti hipnosis. “Bantuan profesional penting, karena berhenti merokok tidak bisa hanya mengandalkan niat, tapi juga pendampingan,” jelas dr. Sita Laksmi Andarini.

Melalui diskusi tersebut, dr. Sita Laksmi Andarini menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya rokok dan polusi. Ia berharap semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan paru-paru dan berani mengambil langkah untuk berhenti merokok, karena pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati.***

Tags: bahaya rokokkesehatan
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Muhammad Habibie

Muhammad Habibie

Berita Terkait

Deretan 4 Manfaat Bunga Telang untuk Wanita yang Harus Kamu Ketahui
Kesehatan

Deretan 4 Manfaat Bunga Telang untuk Wanita yang Harus Kamu Ketahui

...

Read moreDetails
4 Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan, Salah Satunya Bikin Kulit Lembap

3 Manfaat Lidah Buaya untuk Kecantikan, Salah Satunya Bikin Kulit Lembap

5 Manfaat Senam Aerobik bagi Tubuh, Selain Menurunkan Berat Badan

5 Manfaat Senam Aerobik bagi Tubuh, Selain Menurunkan Berat Badan

4 Manfaat Teh Chamomile yang Punya Rasa Unik dan Menyegarkan

4 Manfaat Teh Chamomile yang Punya Rasa Unik dan Menyegarkan

Manfaat teh hijau untuk kesehatan, Foto: Magnific

Inilah 5 Manfaat Teh Hijau bagi Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Diabetes

Kenali Apa Itu Influenza A, Gejala dan Cara Pencegahannya!

Kenali Apa Itu Influenza A, Gejala dan Cara Pencegahannya!

Next Post

Waspada Skema Segitiga, Penipuan Berkedok Jual Beli Motor Bekas di Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.