BERTUAHPOS — Pembangunan di Riau tahun 2026 terancam terganggu akibat potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pemprov Riau diminta segera melakukan mengantisipasi potensi penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
Jika tidak, maka akan mengganggu pembangunan daerah dan program prioritas di tahun depan.
Adapun potensi penurunan PAD Riau dipicu berkurangnya porsi Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat, yang berdampak signifikan terhadap APBD 2026.
“Salah satu DBH minyak bumi turun 36% menjadi 16%,” kata Anggota DPRD Riau, Abdullah, di Pekanbaru.
Pemprov Riau perlu segera mengambil langkah inovatif untuk menciptakan sumber pendapatan baru agar pembangunan tetap berjalan.
Salah satunya dengan penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan optimalisasi pengelolaan aset.
Selain DBH, penurunan PAD Riau juga dipengaruhi harga minyak dunia yang terus melemah dan diprediksi bisa menyentuh USD 60 per barel.
Faktor lain yang turut memengaruhi yakni efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 sebagaimana diumumkan Menteri Keuangan beberapa waktu lalu.***









