BERTUAHPOS — Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih jangan sampai menjadi “topeng baru” bagi para rentenir untuk mengisap darah rakyat, kata Ekonom dari Universitas Islam Riau (UIR), Mufti Hasal Alfani.
Dia menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kegiatan operasional Koperasi Merah Putih agar tidak melenceng dari tujuan utamanya, “yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.”
Menurut Mufti, koperasi memang idealnya menjadi lembaga keuangan mikro yang hadir untuk memperkuat perekonomian kelompok dan masyarakat kecil. Namun, tanpa pengawasan yang serius, koperasi berisiko disalahgunakan.
“Koperasi Merah Putih harus dikawal ketat. Jangan sampai malah jadi ladang baru bagi para rentenir bertopeng koperasi,” kata Mufti kepada Bertuahpos, Jumat, 25 Juli 2025.
Dari banyak temuannya di lapangan, menunjukkan banyak rentenir yang kini menyamar sebagai lembaga keuangan berbadan hukum seperti koperasi, namun praktiknya justru merugikan masyarakat.
Mufti juga mempertanyakan sejauh mana kepercayaan masyarakat terhadap koperasi saat ini, mengingat banyak warga yang memanfaatkan jasa koperasi bukan karena percaya sepenuhnya, melainkan karena tidak lagi bisa mengakses layanan keuangan formal seperti perbankan.
“Sebagian masyarakat masuk ke koperasi karena tak punya pilihan lain. Mereka sudah tak bisa pinjam ke bank, jadi koperasi jadi satu-satunya pelarian,” ujarnya.
Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengambil langkah strategis agar kehadiran Koperasi Merah Putih benar-benar berdampak positif bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah seperti program pemutihan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai sebagai langkah awal yang baik.
Dia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa Koperasi Merah Putih tidak hanya dinikmati kalangan elit, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah secara inklusif dan adil.
Dengan pengelolaan dan pengawasan yang tepat, dia optimistis Koperasi Merah Putih bisa kembali menjadi tulang punggung ekonomi desa, sesuai dengan cita-cita bangsa dalam membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan mandiri.***









