• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jadi Minuman Ikonik Asia Tenggara, Apakah Teh Tarik dan Thai Tea Itu Sama?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 Juli 2025
Jadi Minuman Ikonik Asia Tenggara, Apalah Teh Tarik dan Thai Tea Itu Sama?

Jadi Minuman Ikonik Asia Tenggara, Apalah Teh Tarik dan Thai Tea Itu Sama?

272
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Asia Tenggara dikenal sebagai kawasan dengan kekayaan kuliner yang luar biasa, termasuk dalam dunia minuman. Dua di antaranya yang sangat populer adalah Thai Tea dari Thailand dan Teh Tarik dari Malaysia. Meski sama-sama berbasis teh dan susu, keduanya punya karakteristik unik yang mencerminkan budaya asalnya masing-masing.

Thai Tea adalah minuman khas Thailand yang terkenal dengan warna oranye kemerahan dan rasa manis berempah. Dibuat dari teh hitam yang dicampur rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan bunga rosella, Thai Tea menawarkan cita rasa kompleks yang khas. Tambahan susu kental manis membuat teksturnya lembut dan creamy.

Biasanya disajikan dingin dengan es batu, Thai Tea sangat cocok untuk cuaca tropis. Ada pula varian non-dairy yang menggunakan susu kelapa, menjadikannya ramah bagi vegan.

Berbeda dengan Thai Tea, Teh Tarik adalah minuman tradisional Malaysia yang identik dengan teknik penyajian “tarik” – yaitu menuang teh dari satu gelas ke gelas lain hingga membentuk buih di permukaan. Selain sebagai atraksi menarik, teknik ini berfungsi mencampur teh dan susu secara merata serta mendinginkan minuman tanpa mengurangi aromanya.

Terbuat dari teh hitam dan susu kental manis, Teh Tarik memiliki rasa yang lebih kuat dan cenderung disajikan panas. Cocok dinikmati di pagi atau malam hari, terutama saat udara dingin.

Perbandingan Thai Tea dan Teh Tarik

Meskipun sekilas terlihat mirip, perbedaan Thai Tea dan Teh Tarik cukup mencolok:

Aspek Thai Tea Teh Tarik
Asal Thailand Malaysia
Penyajian Dingin (dengan es) Panas
Rasa Manis, aromatik, berempah Manis, creamy, dominan teh
Ciri khas Warna oranye, rempah-rempah Proses “tarik” dengan buih khas
Alternatif vegan Ya (pakai susu kelapa) Jarang tersedia

Simbol Budaya dan Tradisi Kuliner

Baik Thai Tea maupun Teh Tarik bukan hanya sekadar minuman, melainkan bagian dari warisan budaya yang terus hidup. Kedua minuman ini tak hanya disukai oleh penduduk lokal, tapi juga jadi favorit wisatawan dari berbagai negara.

Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Thailand atau Malaysia, sempatkanlah mencicipi keduanya. Thai Tea dan Teh Tarik adalah rasa-rasa otentik Asia Tenggara yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga membawa Anda menyelami tradisi kuliner yang kaya dan penuh cerita.

Gimana Sejarahnya?

Thai Tea mulai dikenal luas di Thailand sejak era 1980-an. Beberapa sumber menyebutkan,  awalnya minuman ini dibuat dari Cha Yen Tea, yang diperkenalkan oleh saudagar asal Tiongkok. Dari sinilah cikal bakal Thai Tea terbentuk, menjadi bagian dari budaya minum teh di negeri Gajah Putih.

Namun, seiring waktu, harga Cha Yen Tea yang semakin mahal membuat para penjual beralih ke teh Ceylon sebagai bahan dasar. Pilihan ini bukan tanpa alasan—selain lebih murah, teh Ceylon yang berasal dari Sri Lanka ini juga memiliki warna hitam pekat dan aroma yang kuat, cocok untuk menciptakan rasa khas Thai Tea.

Tak hanya teh, Thai Tea juga diracik dengan berbagai bahan pendukung seperti rempah-rempah ringan (seperti anise dan rempah asam), susu kental manis, gula, dan susu evaporasi atau susu kelapa. Pewarna makanan berwarna oranye pun ditambahkan untuk memberikan tampilan mencolok yang menjadi ciri khas Thai Tea.

Di Indonesia, Thai Tea sudah bukan minuman asing. Kehadirannya sangat mudah ditemukan—mulai dari gerai kaki lima, booth di pusat perbelanjaan, hingga versi botolan yang dijual di minimarket. Rasanya yang manis, creamy, dan segar membuat minuman ini digemari oleh semua kalangan, dari anak muda hingga orang dewasa.

Thai Tea bukan hanya sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban yang menginginkan cita rasa unik dari negara lain. Dari asal-usulnya yang sederhana, kini Thai Tea telah menjelma menjadi minuman ikonik Asia Tenggara yang mendunia.

Sedangkan teh tarik, sebagaimana dilansir dari laman Wikipedia, merupakan perpaduan antara teh dan susu kental manis yang sangat populer di kawasan Asia Tenggara, terutama di Malaysia, Singapura, dan beberapa daerah di Indonesia seperti Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Di Aceh, masyarakat menyebutnya dengan nama khas: teh tarek.

Di Malaysia dan Singapura, teh tarik tak ubahnya ikon nasional. Minuman ini banyak dijajakan oleh komunitas India-Muslim (mamak), yang sudah turun-temurun menyajikan teh tarik di warung-warung makan atau kedai pinggir jalan.

Asal-usul nama “teh tarik” pun sangat menarik. Sesuai namanya, “tarik” merujuk pada teknik menyeduh yang unik: teh panas dan susu dituangkan berulang kali dari satu gelas ke gelas lain, seolah-olah sedang “ditarik” melalui udara. Gerakan ini bukan sekadar atraksi yang memikat mata, tetapi juga berfungsi untuk mencampur bahan secara merata, mendinginkan suhu minuman, serta menghasilkan buih lembut di permukaan teh.

Para pembuat teh tarik berpengalaman bisa melakukan proses ini tanpa menumpahkan setetes pun—bagaikan seniman yang telah menguasai keahlian bertahun-tahun. Setiap “tarikan” membuat teh semakin pekat dan aromanya semakin kuat, memberikan pengalaman rasa yang khas dan memanjakan lidah.

Teh tarik biasanya disajikan panas dan menjadi teman setia berbagai hidangan khas seperti nasi lemak, roti canai, roti telur, hingga roti tempayan. Bubuk teh yang digunakan pun umumnya berasal dari teh hitam kiloan, diseduh kental lalu disaring menggunakan kain kasa sebelum dicampur dengan susu kental manis.

Di Indonesia, meski popularitasnya belum sebesar Thai Tea, teh tarik tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat minuman tradisional. Kelezatan dan keunikannya membuat teh tarik tidak hanya dicari karena rasanya, tapi juga karena cerita dan budaya yang menyertainya.***

Tags: insightKuliner
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

KHAS Pekanbaru Hadirkan “Teman Senja”, Afternoon Tea Mulai Rp25 Ribu
Berita

KHAS Pekanbaru Hadirkan “Teman Senja”, Afternoon Tea Mulai Rp25 Ribu

...

Read moreDetails
VIDEO: Heppy Coffee Pekanbaru, Tempat Ngopi Multi-waktu

VIDEO: Heppy Coffee Pekanbaru, Tempat Ngopi Multi-waktu

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Next Post

Baru Buka Sepekan Maga Bofet Kupie & Mie Aceh di Pekanbaru Diserbu Pengunjung

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.