BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan 14 Juli 2025. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak sawit olein dan minyak kedelai di Bursa Komoditas Dalian (DCE), Tiongkok.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr. Sathia Varqa, menjelaskan bahwa kontrak CPO bulan September yang paling aktif mengalami lonjakan tajam dan mencetak level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya harga minyak goreng global yang mendongkrak minat beli.
“Meskipun ekspor terlihat melambat di awal Juli, pelaku pasar tetap optimistis. Permintaan dari India menjelang musim perayaan Deepavali pada Oktober mendatang diperkirakan akan meningkat,” ujarnya kepada Bernama.
Pedagang minyak sawit, David Ng, menambahkan bahwa kenaikan harga CPO juga didorong oleh faktor eksternal. “Kinerja CPO membaik karena ditopang oleh kenaikan harga minyak kedelai dan minyak mentah global. Sentimen positif ini meluas ke seluruh kompleks minyak nabati,” jelasnya.
Ng juga menilai harga CPO mendapat dukungan kuat di atas level RM4.150 per ton, dengan level resistensi berada di sekitar RM4.280 per ton.
Detail Harga Kontrak CPO:
- Spot Juli: naik RM39 menjadi RM4.109/ton
- Agustus 2025: naik RM39 menjadi RM4.183/ton
- September 2025: naik RM56 menjadi RM4.230/ton
- Oktober 2025: naik RM64 menjadi RM4.241/ton
- November 2025: naik RM62 menjadi RM4.236/ton
- Desember 2025: naik RM56 menjadi RM4.231/ton
Sementara itu, volume perdagangan tercatat menurun menjadi 79.930 lot, dibandingkan 87.673 lot pada sesi sebelumnya. Open interest juga turun menjadi 230.086 kontrak dari sebelumnya 231.427 kontrak.
Untuk pasar fisik, harga CPO wilayah Selatan pada Juli mengalami kenaikan RM30 menjadi RM4.190 per ton. Kinerja positif ini memberikan harapan bagi para pelaku industri sawit, di tengah dinamika global yang memengaruhi pasar komoditas nabati.***









