BERTUAHPOS – Tokoh masyarakat Riau Wan Abu Bakar, melontarkan keberatannya terhadap fenomena penggunaan pakaian minim masyarakat saat berolahraga sore (jogging) di Kota Pekanbaru. Dia menilai, tren berpakaian itu tidak sesuai dengan norma budaya Melayu sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menurut Wan Abu Bakar, banyak warga yang mengenakan pakaian terbuka dan ketat saat berolahraga di ruang publik seperti Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, hingga kawasan Jalan Sumatera. Ia menyebut kondisi itu tidak hanya mencederai nilai-nilai adat dan budaya Melayu Riau, tetapi juga mengganggu kenyamanan masyarakat..
“Apalagi sore-sore di Riau, Pak. Pakaian yang dipakai sangat minim. Tengok saja Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, bahkan depan rumah saya di Jalan Sumatera,” ujarnya saat pertemuan RPJMD di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin, 30 Juni 2025.
Wan Abu Bakar meminta agar pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kota, mengambil langkah penertiban. “Bukan cuma sampah yang ditertibkan, tetapi juga perilaku dan cara berpakaian masyarakat. Ini soal budaya kita,” tambahnya.
Wan Abu Bakar bahkan menyarankan perlunya peran aktif dari Gubernur maupun Wali Kota untuk mengatur tata tertib berpakaian di ruang publik, demi menjaga identitas dan moral masyarakat Riau.
“Ini saya sampaikan sebagai bentuk kepedulian. Saya merasa terpanggil. Ini adalah bagian dari amal ibadah saya untuk kepentingan Riau ke depan,” tutupnya. Namun, saat RPJMD itu, Gubernur Riau Abdul Wahid tidak memberikan tanggapan apapun terkait masukan itu.***
Simak berita lainnya tentang Olahraga









