BERTUAHPOS — Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa Kawasan Industri Tenayan Raya tidak bisa dilanjutkan sebab di sana sudah berdiri pusat perkantoran pemerintahan Kota Pekanbaru.
Hal ini disampaikan Wahid menjawab masukan dari Anggota DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama dalam RPJMD Provinsi Riau 2025-2029 yang digelar di Gedung Daerah Provinsi Riau Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin, 30 Juni 2025.
Dalam kesempatan itu, Ginda Burnama ingin Pemprov Riau melanjutkan kawasan industri tersebut dan masuk dalam RPJMD Riau 2925-2029. Namun, usulan itu langsung ditepis oleh Abdul Wahid.
“Kawasan Industri Tenayan itu tidak bisa dilanjutkan Pak Ginda, karena sudah ada kompleks perkantoran di sana. Bagaimana mungkin kawasan industri satu tempat dengan perkantoran,” kata Wahid.
Dia menyebut, soal nasib kawasan industri ini sudah pernah di konsultasikan dengan Menteri BPN/ATR Nusron Wahid beberapa waktu lalu. Kehadiran kompleks perkantoran di kawasan itu dianggap tidak ideal jika difungsikan sebagai kawasan industri.
Selain itu, Wahid mengatakan bahwa sejumlah kajian juga mengemukakan hal yang sama, bahwa konsep awal dari Kawasan Industri Tenayan Raya itu tidak matang dalam perancangannya. “Jadi ini sudah salah dari awal,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan kantor pemerintahan di tengah-tengah kawasan industri akan menimbulkan benturan fungsi dan tata ruang.
“Mana mungkin ada perkantoran berdampingan langsung dengan aktivitas industri berat? Ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga menghambat efektivitas kawasan industri itu sendiri,” tegasnya.
“Kalau mau digesa sekarang, bagaimana caranya? Kantor wali kota sudah berdiri permanen di sana,” ujarnya.
Sebagai solusi, Wahid menyarankan agar konsep pengembangan Kawasan Industri Tenayan Raya direvisi secara menyeluruh. Salah satu opsi yang dikaji adalah mengintegrasikan Tenayan Raya ke dalam pengembangan kawasan industri lain di sekitar Riau, seperti Pelalawan Techno Park.
“Desainnya harus direview. Bisa saja Tenayan diikutkan ke dalam kawasan lain yang sudah punya fondasi kuat, seperti Pelalawan Technopark, atau kawasan ekonomi khusus lainnya di Riau,” katanya.***
Simak berita lainnya tentang Ekonomi Regional









