• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, November 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ketegangan Timur Tengah Semakin Memanas Setelah Iran Peringatkan AS soal Balasan Serangan Nuklir

Konflik antara AS dan Iran kini berada di titik kritis, dengan risiko meluasnya perang ke seluruh Timur Tengah dan dampak ekonomi global, khususnya pada pasokan energi dunia. Semua mata kini tertuju pada respons selanjutnya dari Teheran.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Juni 2025
Ketegangan Timur Tengah Semakin Memanas Setelah Iran Peringatkan AS soal Balasan Serangan Nuklir

Ketegangan Timur Tengah Semakin Memanas Setelah Iran Peringatkan AS soal Balasan Serangan Nuklir | Foto: Ilustrasi / Melba Ferry Fadly.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah Iran memperingatkan Amerika Serikat atas kemungkinan balasan serius, menyusul serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran; Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan, kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa; “Amerika harus menerima respons atas agresi mereka.”

The Guardian melaporkan, bahwa peringatan ini disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan intervensi militer paling signifikan dalam satu generasi terhadap program nuklir Iran, dengan dalih mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Iran menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk membela diri. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan rencana pertemuan darurat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk membahas krisis tersebut. Ia juga menegaskan bahwa diplomasi tidak lagi menjadi opsi setelah “serangan terang-terangan” AS.

Sementara itu, pejabat Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shear, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB memperingatkan bahwa “setiap serangan Iran – langsung maupun tidak langsung – akan dibalas dengan aksi militer besar.” Ia menegaskan tindakan Washington merupakan bentuk pembelaan terhadap Israel dan warga Amerika.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut serangan AS dan Israel sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional”. Rusia ikut mengecam, dengan perwakilan di PBB menyebut tindakan AS sebagai “membuka kotak Pandora” yang dapat memicu penderitaan global baru.

Militer AS mengungkapkan bahwa operasi bernama Midnight Hammer melibatkan tujuh pesawat B-2 Spirit yang menjatuhkan bom penghancur bunker GBU-57. Meski Presiden Trump mengklaim situs nuklir Iran “telah sepenuhnya dihancurkan”, sejumlah pejabat Pentagon dan intelijen menyebut tingkat kehancurannya masih belum bisa dipastikan.

Sumber Iran membantah klaim AS, dengan mengatakan bahwa sebagian besar uranium di Fordow telah dipindahkan sebelum serangan. Citra satelit dari Maxar Technologies memang menunjukkan kerusakan besar, tetapi belum dapat mengonfirmasi kehancuran total.

Iran menanggapi dengan meluncurkan sekitar 20 rudal balistik ke wilayah Israel pada Minggu pagi, melukai sedikitnya 16 orang. Israel membalas dengan serangan udara terhadap target strategis di Iran, termasuk pusat rudal Imam Hussein di Yazd.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan bahwa keterlibatan militer AS akan menimbulkan “kerusakan yang tak dapat diperbaiki.” Parlemen Iran pun telah menyetujui langkah untuk menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia, sebagai bentuk eskalasi.

Langkah ini dinilai berisiko tinggi oleh pengamat. “Jika Iran benar-benar memblokir Selat Hormuz, maka hampir 20-25% perdagangan minyak global terganggu,” ujar Andrew Borene, mantan pejabat intelijen AS.

Belum jelas apakah Iran akan melibatkan jaringan proksinya seperti Hizbullah atau Houthi. Namun, Houthi sudah mengancam akan menyerang kapal AS di Laut Merah jika konflik berlanjut.

Sementara itu, pemerintah AS menyatakan tak sedang menjalankan misi pergantian rezim. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa misi serangan bersifat terbatas. Namun pernyataan Trump pada Minggu malam yang menyebut “jika Rezim Iran tidak bisa membuat Iran hebat kembali, kenapa tidak ada pergantian rezim?” memicu spekulasi baru.

Dalam pidatonya, Trump menyebut serangan udara sebagai keberhasilan besar dan memperingatkan bahwa lebih banyak target sudah dipetakan. “Jika perdamaian tidak datang, kami akan terus menyerang dengan presisi dan kekuatan yang lebih besar,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji langkah Trump, menyebutnya “keputusan berani yang akan mengubah sejarah.”

Hingga kini, dunia internasional menyerukan de-eskalasi. Eropa mendesak kembalinya dialog diplomatik, sementara Tiongkok dan Rusia mengutuk serangan dan memperingatkan dampaknya terhadap stabilitas global.

Meski media Iran berusaha mengecilkan dampak serangan, Badan Atom Iran memastikan aktivitas nuklir akan tetap dilanjutkan. “Kerusakan hanya terjadi di permukaan dan dapat dipulihkan,” ujar seorang anggota parlemen Iran dari Qom.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan belum ada peningkatan radiasi di luar situs yang diserang. Namun, kekhawatiran akan eskalasi besar di kawasan tetap tinggi.***

— The Guardian


Simak berita lainnya tentang Iran dan Israel

Tags: IranIsrael
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah
Ekonomi

Harga Emas Dunia Masih Tertekan Akibat Tingginya Eskalasi Geopolitik Timur Tengah

...

Read moreDetails
Target Sanksi Bank AS Meluas, Mesir dan Turki di Radar

Target Sanksi Bank AS Meluas, Mesir dan Turki di Radar

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

43 Persen Pasokan Minyak Dunia Berasal dari Negara Konflik, Krisis Energi Memburuk

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Aset Iran Senilai US$6 Miliar di Qatar Segera Dicairkan Bertahap

Aset Iran Senilai US$6 Miliar di Qatar Segera Dicairkan Bertahap

Next Post
Barat Desak Iran dan Israel Hindari Perang Besar, Tersisa Waktu 2 Minggu Sebelum Perang Terbuka Menyeret AS

Barat Desak Iran dan Israel Hindari Perang Besar, Tersisa Waktu 2 Minggu Sebelum Perang Terbuka Menyeret AS

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.