• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Makin Ambruk 5 Tahun Terakhir, Daya Saing Indonesia Melorot ke Posisi 40

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 Juni 2025
Makin Ambruk 5 Tahun Terakhir, Daya Saing Indonesia Melorot ke Posisi 40

Makin Ambruk 5 Tahun Terakhir, Daya Saing Indonesia Melorot ke Posisi 40

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Daya saing Indonesia melorot ke posisi 40 secara global. Menurunnya daya saing Indonesia sudah terjadi (terutama) sejak lima tahun terakhir ini. 

Berdasarkan laporan World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 yang dirilis oleh IMD World Competitiveness Center (WCC), posisi Indonesia anjlok 13 peringkat dari urutan 27 tahun lalu ke posisi 40 dari total 69 negara yang disurvei.

Padahal, selama tiga tahun terakhir Indonesia menunjukkan tren membaik, naik dari peringkat 44 pada 2022 menjadi 34 pada 2023, dan mencapai posisi terbaiknya di peringkat 27 pada 2024. Sayangnya, capaian positif itu tidak bertahan lama.

Terdampak Perang Tarif

Menurut Direktur WCC IMD, Arturo Bris, penurunan tajam ini dipengaruhi oleh dampak lanjutan perang tarif yang menyasar negara-negara Asia Tenggara.

Dia mengatakan bahwa Indonesia sempat menjadi salah satu negara dengan lonjakan daya saing terbaik pasca pandemi, terutama karena dukungan ekspor migas dan komoditas. 

“Namun saat ini tekanan eksternal dan persoalan struktural dalam negeri menjadi faktor pelemah daya saing Indonesia,” ungkap Bris.

Laporan WCR 2025 juga mencatat bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami kemerosotan. Turki turut terjun bebas, kehilangan 13 peringkat — menjadi dua negara dengan penurunan terburuk tahun ini.

Di kawasan Asia Tenggara, nasib serupa juga dialami Thailand yang turun lima peringkat, dan Singapura yang kehilangan satu peringkat. Namun sebaliknya, Malaysia melonjak 11 peringkat ke posisi 23, dan Filipina naik satu tingkat ke posisi 51 berkat kebijakan digitalisasi dan investasi industri yang agresif.

Peringkat Daya Saing Asia Tenggara 2025:

Singapura Peringkat 2 turun 1 posisi
Malaysia Peringkat 23 naik 11 posisi
Thailand Peringkat 30 turun 5 posisi
Indonesia Peringkat 40 turun 13 posisi
Filipina Peringkat 51 naik 1 posisi

 

WCR 2025 menilai daya saing berdasarkan empat pilar utama: performa ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur. Indonesia tercatat mengalami penurunan di tiga dari empat pilar tersebut.

  • Efisiensi Pemerintah turun signifikan, dengan kerangka institusi pemerintah merosot dari posisi 25 ke 51.
  • Efisiensi Bisnis menurun dari peringkat 14 ke 26, dipengaruhi lemahnya produktivitas, keterbatasan tenaga kerja asing, dan akses layanan keuangan.
  • Infrastruktur juga anjlok akibat minimnya belanja kesehatan dan pendidikan, serta rendahnya penetrasi teknologi dan riset.

Sementara performa ekonomi tetap stagnan, sejumlah indikator seperti investasi asing dan ekspor jasa menunjukkan tren negatif. Investasi internasional ke Indonesia turun dari peringkat 36 ke 42, dan nilai ekspor jasa komersial tetap rendah di posisi 63 dari 69 negara.

Hasil survei terhadap lebih dari 6.000 eksekutif menunjukkan bahwa 66,1% eksekutif Indonesia menilai kurangnya peluang ekonomi menjadi penyebab utama polarisasi sosial. Masalah ekonomi mendasar seperti infrastruktur terbatas, lembaga yang belum kuat, dan kurangnya talenta SDM menjadi perhatian utama.***

Tags: nasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Langit Biru, Spot Nongkrong Modern di Tengah Kota Pekanbaru

Langit Biru, Spot Nongkrong Modern di Tengah Kota Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.