• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Naik Bukan Karena Ekonomi Masyarakat, Ini Penjelasan Bank Dunia

“Kemiskinan di Indonesia tidak meningkat. Angka kemiskinan tampak lebih tinggi karena ambang batasnya dinaikkan."

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Juni 2025
Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Naik Bukan Karena Ekonomi Masyarakat, Ini Penjelasan Bank Dunia

Ilustrasi

146
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Bank Dunia mengungkapkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia bukan karena memburuknya kondisi ekonomi masyarakat, melainkan akibat adanya perubahan standar garis kemiskinan global. Pernyataan ini tertuang dalam dokumen fact sheet berjudul The World Bank’s Updated Global Poverty Lines: Indonesia, yang dikutip pada Senin, 16 Juni 2025.

Menurut garis kemiskinan ekstrem internasional yang baru, sebesar US$3 per hari atau sekitar Rp546.400 per bulan, sekitar 5,4% penduduk Indonesia tergolong miskin pada 2024. Namun jika menggunakan garis kemiskinan untuk negara berpenghasilan menengah ke bawah, yakni US$4,20 per hari (sekitar Rp765.000 per bulan), maka persentasenya melonjak menjadi 19,9%.

Bahkan, jika standar penghitungan disesuaikan dengan negara berpenghasilan menengah ke atas sebesar US$8,3 per hari (sekitar Rp1.512.000 per bulan), maka jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 68,3% atau setara dengan 194,58 juta jiwa.

Bank Dunia menegaskan, angka tersebut bukan menunjukkan penurunan kesejahteraan, melainkan akibat meningkatnya ambang batas untuk disebut tidak miskin secara global.

“Kemiskinan di Indonesia tidak meningkat. Angka kemiskinan tampak lebih tinggi karena ambang batasnya dinaikkan,” tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya kualitas survei dan data di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, serta dorongan untuk mengadopsi standar hidup minimum yang lebih ambisius. Alhasil, tak hanya Indonesia, banyak negara mengalami lonjakan angka kemiskinan versi internasional karena menggunakan standar yang lebih tinggi.

Meski demikian, Bank Dunia menegaskan bahwa garis kemiskinan nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia tetap menjadi acuan utama dalam konteks kebijakan domestik.

Hingga September 2024, tingkat kemiskinan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) berada pada angka 8,57%, dengan garis kemiskinan ditetapkan secara berbeda di tiap provinsi, termasuk pemisahan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Perbedaan angka antara Bank Dunia dan BPS terjadi karena keduanya menggunakan metodologi dan tujuan yang berbeda. Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan global untuk membandingkan antarnegara, sementara BPS menetapkan garis kemiskinan berdasarkan konteks lokal dan kebutuhan kebijakan nasional. “Tidak ada satu definisi kemiskinan yang berlaku universal untuk semua keperluan,” tulis Bank Dunia.***

Tags: nasional
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post

Bupati Kasmarni Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024 dalam Sidang Paripurna DPRD Bengkalis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.