BERTUAHPOS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan terakhir pekan ini, setelah pada Selasa, 27 Mei 2025 ditutup naik tipis sebesar 0,15 persen ke level 7.198.
Penguatan IHSG kemarin didukung oleh kenaikan 310 saham, sementara 311 saham tercatat melemah dan 185 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp13,33 triliun, menurun dibandingkan sesi sebelumnya yang mencapai Rp14 triliun.
Menurut analisis harian Tim Riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, lonjakan tajam tiga indeks utama di bursa Wall Street menjadi katalis positif utama yang mendorong optimisme pasar domestik. Indeks Dow Jones tercatat naik 1,78 persen, S&P 500 melonjak 2,05 persen, dan Nasdaq menguat signifikan sebesar 2,47 persen. Kenaikan ini didorong oleh kabar penundaan tarif impor AS terhadap produk dari Uni Eropa.
“IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Level support berada di kisaran 7.140 dan 7.080, sementara resistance diperkirakan pada level 7.260 dan 7.320,” tulis Tim Riset CGS International Sekuritas dalam laporan risetnya, Rabu (28/5).
Meski sentimen eksternal cenderung positif, pergerakan IHSG juga berpotensi dibayangi tekanan dari pelemahan harga sejumlah komoditas utama. Tim riset mencatat harga minyak mentah, emas, tembaga, nikel, timah, perak, hingga bubur kertas mengalami koreksi, yang bisa menjadi katalis negatif untuk pasar.
Untuk perdagangan hari ini, CGS International merekomendasikan investor melakukan akumulasi pembelian pada saham-saham berikut: MAP Aktif Adiperkasa (MAPA), Siloam International Hospitals (SILO), Kalbe Farma (KLBF), Bank BTPN Syariah (BTPS), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Chandra Asri Petrochemical (TPIA).
Dengan kombinasi sentimen global dan dinamika harga komoditas, pelaku pasar diimbau tetap mencermati pergerakan pasar secara seksama demi pengambilan keputusan investasi yang lebih bijak.***
— Ipotnews








