BERTUAHPOS – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah atau CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Penurunan ini dipengaruhi oleh lesunya pasar minyak kedelai serta kekhawatiran pasar atas potensi peningkatan produksi dalam beberapa pekan mendatang.
Analis pasar David Ng menyampaikan bahwa harga CPO menghadapi tekanan dari sentimen bearish dan proyeksi lonjakan produksi. “Kami melihat support harga berada di level RM3.800 per ton dan resistance di sekitar RM3.900 per ton,” ujar Ng dikutip Bernama.
Pada penutupan perdagangan, harga spot CPO untuk pengiriman Juni 2025 turun dari RM69 menjadi RM3.822 per ton. Sementara itu, harga Juli 2025 melemah dari RM71 menjadi RM3.833 per ton, dan Agustus 2025 turun dari RM74 ke level RM3.820 per ton.
Penurunan harga juga tercatat untuk kontrak bulan berikutnya: September 2025 turun dari RM73 menjadi RM3.809 per ton, Oktober 2025 turun dari RM75 menjadi RM3.803 per ton, dan November 2025 turun dari RM71 menjadi RM3.809 per ton
Dari sisi perdagangan, volume transaksi ikut menyusut menjadi 66.842 lot dibandingkan 79.236 lot pada sesi sebelumnya. Namun, minat terbuka justru meningkat, dari 243.689 menjadi 247.462 kontrak.
Adapun harga CPO fisik untuk wilayah Johor Selatan turut turun, dari RM30 menjadi RM3.890 per ton.
Penurunan harga ini mencerminkan kehati-hatian pasar di tengah dinamika pasokan dan ketidakpastian global, yang terus menjadi sorotan pelaku industri sawit.***
— BERNAMA









