• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Koalisi Serikat Pekerja-Partai Buruh Resmi Deklarasi, Desak Perlindungan Ketenagakerjaan di Tengah Gelombang PHK

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
20 Mei 2025
Koalisi Serikat Pekerja-Partai Buruh Resmi Deklarasi, Desak Perlindungan Ketenagakerjaan di Tengah Gelombang PHK

Koalisi Serikat Pekerja-Partai Buruh Resmi Deklarasi, Desak Perlindungan Ketenagakerjaan di Tengah Gelombang PHK

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Lebih dari 70.000 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga April 2025. Di tengah kondisi ini, sebanyak 61 serikat pekerja yang mewakili lebih dari 4 juta buruh di Indonesia resmi membentuk Koalisi Serikat Pekerja-Partai Buruh (KSP-PB) pada Selasa, 20 Mei 2025, di Gedung Joang 45, Jakarta.

Sekjen Partai Buruh yang juga Presidium KSP-PB, Ferri Nuzarli, mengatakan pembentukan koalisi ini menjadi langkah konkret untuk memperjuangkan nasib buruh yang kian terpuruk akibat PHK massal tanpa pesangon maupun jaminan sosial.

“Banyak buruh yang di-PHK tidak mendapatkan hak normatif mereka. Karena itu, kami mendeklarasikan KSP-PB sebagai bentuk perjuangan bersama untuk perlindungan dan kesejahteraan kelas pekerja,” ujar Ferri dalam deklarasi yang digelar Selasa (20/5/2025).

Koalisi ini menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan, seperti praktik outsourcing yang merajalela, hubungan kerja kemitraan yang merugikan buruh, serta minimnya perlindungan bagi petani, nelayan, guru honorer, tenaga medis, sopir angkutan, hingga pengemudi ojek online.

KSP-PB juga mendesak percepatan pembahasan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) penting yang dinilai strategis bagi kaum buruh. Beberapa di antaranya yakni:

  • RUU Ketenagakerjaan
  • RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)
  • RUU Pekerja Migran
  • RUU Perampasan Aset
  • RUU Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan

Selain itu, koalisi turut mendorong penyusunan regulasi baru yang menjamin upah layak, penghapusan sistem outsourcing, pembentukan Satgas PHK, dan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional. Mereka juga mengusulkan agar aktivis buruh Marsinah diangkat sebagai pahlawan nasional.

Ferri menyebut bahwa salah satu agenda utama KSP-PB adalah menyusun draf sandingan atas Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang lebih berpihak kepada buruh, bukan melanjutkan rezim omnibus law UU Cipta Kerja.

Koalisi ini juga akan menyampaikan masukan kepada pemerintah terkait penggantian sejumlah peraturan pemerintah yang telah dibatalkan Mahkamah Konstitusi, seperti PP Nomor 34, 35, dan 36, yang akan diganti sementara melalui regulasi Kementerian Ketenagakerjaan.

“Dengan deklarasi KSP-PB ini, strategi perjuangan kami ke depan akan dijalankan melalui pendekatan Konsep – Lobi – Aksi – Politik atau KLAP,” tegas Ferri.

KSP-PB diharapkan menjadi wadah perjuangan bersama antara Partai Buruh, serikat pekerja, dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan seluruh kelas pekerja di Indonesia.***

(Bisnis.com)

Tags: nasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
BIS Peringatkan Risiko Kepanikan Global akibat Penarikan Dana di Pasar Swap Valas Senilai USD113 Triliun

BIS Peringatkan Risiko Kepanikan Global akibat Penarikan Dana di Pasar Swap Valas Senilai USD113 Triliun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.