• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Petani Kopi Gayo Terancam Rugi Besar

Di sisi lain, kondisi diperparah dengan kebijakan impor bebas yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 April 2025
Petani Kopi Gayo Terancam Rugi Besar, Pajak Impor AS dan Kebijakan Impor Bebas Jadi Sorotan

Petani Kopi Gayo Terancam Rugi Besar

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Petani Kopi Gayo terancam rugi besar. Mereka dihadapkan pada kekhawatiran akibat rencana Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan tarif impor sebesar 32% terhadap produk Indonesia. Kebijakan itu dipercaya akan berdampak langsung terhadap harga jual kopi khas dataran tinggi Gayo tersebut.

Pelaku usaha kopi sekaligus pemilik Asa Coffee, Armiyadi, mengatakan Amerika Serikat merupakan pasar utama kopi Gayo, dengan kontribusi ekspor mencapai 50,70%. Dengan kenaikan tarif impor tersebut, dia memprediksi harga kopi akan turun sebanding dengan besaran pajak baru yang dikenakan.

“Sudah dapat dipastikan harga kopi akan turun sebesar 32 persen. Karena pembeli dari Amerika tidak mungkin menanggung beban pajak itu sendiri. Mereka akan membebankan ke penjual, dalam hal ini para petani,” jelasnya, seperti dilansir dari AJNN.

Saat ini, tarif 10% masih berlaku. Namun kenaikan menjadi 32% akan mulai diberlakukan tiga bulan mendatang. Di tengah pelemahan ekonomi global, Armiyadi menyebut, tren permintaan dari pasar Amerika juga mulai menurun. Bahkan, beberapa pembeli meminta untuk mencari pasar alternatif di luar Amerika.

Di sisi lain, kondisi diperparah dengan kebijakan impor bebas yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Armiyadi khawatir, jika tidak ada batasan terhadap produk impor, termasuk kopi, maka negara seperti Vietnam – produsen kopi terbesar kedua dunia – bisa mengambil celah untuk membanjiri pasar Indonesia.

“Vietnam juga dikenakan tarif 46% oleh Amerika, dan mereka pasti akan mencari pasar lain. Bisa jadi mereka lempar ke Indonesia. Selama ini tidak masalah, tapi ketika pemerintah membuka keran impor tanpa batas, ini jadi ancaman serius,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjutnya, bisa memicu turunnya harga kopi robusta yang saat ini sedang tinggi kembali ke level dasar sekitar Rp30 ribu per kilogram. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani robusta, tetapi juga arabika seperti Gayo.

“Petani kita ini sudah jatuh tertimpa tangga. Alih-alih dibantu, malah dibebani dengan kebijakan yang bisa menghancurkan pasar dalam negeri,” tegas Armiyadi.

Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melindungi petani kopi lokal dari guncangan pasar global dan kebijakan dalam negeri yang kontraproduktif.***

Tags: perkebunan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab
Lingkungan

Yayasan Hutan Tropis Tawarkan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab

...

Read moreDetails
Realisasi Penanaman Peremajaan Kebun Kelapa Riau Baru 48 Persen

Realisasi Penanaman Peremajaan Kebun Kelapa Riau Baru 48 Persen

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

Tembus 2 Ribu Ton Kepulauan Meranti Masih Jadi Daerah dengan Produksi Kopi Tertinggi di Riau

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Panen Mangga Alphonso India Hancur Berantakan, Ini Penyebabnya

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

Petani Masih Perlu Dukungan Pemerintah untuk Dongkrok Nilai Jual Kopi Liberika Meranti

BI Riau Dorong Pengembangan Potensi Kopi Lokal Lewat Peningkatan Kapasitas SDM

BI Riau Dorong Pengembangan Potensi Kopi Lokal Lewat Peningkatan Kapasitas SDM

Next Post
HARGA EMAS PEGADAIAN 15 APRIL: Antam, Galeri 24 dan UBS Kompak Turun

HARGA EMAS PEGADAIAN 15 APRIL: Antam, Galeri 24 dan UBS Kompak Turun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.