• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Hari Pahlawan 10 November: Kisah B.M. Diah, Jurnalis yang Menyelamatkan Teks Proklamasi dari Tong Sampah

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 November 2023
Hari Pahlawan Kisah B.M. Diah

Hari Pahlawan 10 November: Kisah B.M. Diah, Jurnalis yang Menyelamatkan Teks Proklamasi dari Tong Sampah.

232
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — B.M. Diah adalah salah satu pahlawan dari kalangan jurnalis. Dia punya peran di balik deklarasi Proklamasi Kemerdekaan saat dibacakan oleh Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno.

Burhanuddin Mohammad Diah, lahir pada 7 April 1917, bukan hanya seorang tokoh pers, tapi juga pejuang kemerdekaan, diplomat, dan pengusaha yang memberikan warna kisah keberanian dan keberhasilan Indonesia.

Setelah Soekarno menyatakan kemerdekaan RI, Diah dan teman-temannya dengan gigih menghadapi tantangan dari pihak Jepang untuk menyebarkan berita tersebut ke seluruh Indonesia. Melalui pamflet dan surat kabar, mereka berhasil menorehkan awal kisah heroik perjuangan Indonesia meraih kemerdekaannya.

Sebagai seorang jurnalis, Diah menjadi saksi langsung ketika Soekarno-Hatta menyelenggarakan pertemuan bersejarah dengan tokoh-tokoh PPKI di kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Meiji Dori.

Pada malam tanggal 16 Agustus 1945, pertemuan tersebut menjadi panggung penyusunan naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara Soekarno, Moh. Hatta, dan Achmad Soebardjo meracik draf proklamasi, B.M. Diah bersama para aktivis dan pemuda lainnya menanti di ruang tengah rumah Laksamana Maeda.

Setelah disetujui oleh wakil pemuda dan anggota PPKI, Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik naskah tersebut, mengukir lembaran sejarah yang menggetarkan (Official, Kawan GNFI, Mengenal B.M. Diah, Sosok Penyelamat Naskah Asli Proklamasi, goodnewsfromindonesia.id).

Soekarno awalnya merajut draf teks proklamasi di selembar kertas putih yang tersobek dari buku kecil. Draf itu mengalami sentuhan ajaib dari Soekarno-Hatta dan para tokoh PPKI, menjelma menjadi teks Proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya.

Soekarno memberikan potongan kertas itu kepada Sayuti Melik untuk diubah menjadi tulisan mesin ketik. Setelah naskah proklamasi tersusun dengan rapi dan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta, Sayuti Melik dengan santai membuang secarik kertas itu ke dalam keranjang sampah, mengubur draf yang telah memimpin langkah bangsa menuju kemerdekaan.

“Setelah naskah tersebut disalin oleh Sayuti Melik, naskah tersebut dibuang ke tempat sampah begitu saja,” Diah dalam buku biografi berjudul: Butir-butir Padi B.M Diah, Tokoh Sejarah yang Menghati Zaman.

Saat itulah naluri jurnalis Diah bekerja. Beberapa saat kemudian, dengan langkah sigap, ia mengambil draf teks proklamasi tulis tangan Soekarno dari dalam keranjang sampah, meski kondisinya sudah tak sempurna. Keputusan sederhana Diah, menjadi kunci utama dalam melengkapi arsip bersejarah tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Teks Proklamasi tulisan tangan Soekarno itu bisa kita lihat hingga saat ini berkat apa yang dilakukan Diah. Namun, peran penyelamat terhadap arsip nasional bersejarah, tidak hanya milik Diah, sejumlah tokoh lain juga ikut menyelamatkan Indonesia dari kegelapan identitas.

Tanpa jejak teks, foto, video, dan audio tentang momen bersejarah itu, kita akan kehilangan bukti otentik bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia pernah diumumkan (Kuwado, Fabian Januarius, 2021-08-26: Kisah Para Penyelamat Arsip Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Kompas.com).***

Tags: Catatan sejarahhari pahlawansejarah 10 november
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah Sosok Asli Popeye, Pelaut dengan Pipa Rokok yang Suka Makan Bayam
Insight

Inilah Sosok Asli Popeye, Pelaut dengan Pipa Rokok yang Suka Makan Bayam

...

Read moreDetails
sejarah 10 maret

Sejarah 10 Maret, PARFI Dibentuk dan Bangkitnya Perfilman Indonesia

hari perempuan internasional

Ini Sejarahnya Mengapa Tanggal 8 Maret Diperingati Hari Perempuan Internasional

30 Oktober Hari Oeang Republik Indonesia, Pertamakalinya Indonesia Punya Mata Uang

Berikut Ini Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Perjalanan Burger di Dunia

Sejarah 15 Agustus

Rencananya, Soekarno – Hatta Diculik

Next Post

Petani 'Teriak' tak Dapat Pupuk Bersubsidi karena tak Punya Kartu Tani

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.