• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Indonesia dan Malaysia Mencari Peluang di China Akibat Kebijakan Sawit Brussels 

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
31 Oktober 2023
Rincian data dbh sawit

Rincian data DBH sawit yang bakal diterima Riau dan daerahnya.

103
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kebijakan yang diambil oleh Brussels mendapat sorotan dari dua produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia dan Malaysia.

Kedua negara ini menganggap kebijakan itu sebagai langkah proteksionisme yang merugikan industri minyak sawit.

Sementara itu, dalam upaya mencari pasar alternatif untuk menampung ekspor minyak sawit, kedua negara ini telah menjalin kesepakatan bisnis senilai 3,9 miliar dolar AS (Rp 61,98 triliun) dengan China.

Kesepakatan ini ditandatangani dalam Kontes Dagang dan Investasi China-ASEAN (Expo China-ASEAN) yang berlangsung bulan ini.

Salah satu perjanjian dalam kerja sama itu adalah antara Sime Darby Oils International dari Malaysia dan GuangXi Beibu Gulf International Port Group.

Kerja sama yang dibangun yakni mengenai pusat distribusi minyak sawit di Kota Qinzhou, China, seperti yang dilaporkan oleh media Jepang, Nikkei Asia.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan keinginannya untuk menggandakan nilai ekspor minyak sawit ke China menjadi 500.000 ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

“Ini adalah kali pertama China meminta penambahan besar. Biasanya, permintaan bergantung pada harga dan pertimbangan lain, tapi kali ini perjanjiannya menjamin kuota impor menuju China,” ujarnya.

Dalam situasi di mana Uni Eropa mencoba mendorong perbaikan tata kelola minyak sawit dengan larangan terhadap bahan bakar nabati, analis Bridget Welsh dari Asia Research Institute di University of Nottingham, Inggris, berpendapat bahwa upaya ini bisa dengan mudah dijinakkan oleh China.***

Tags: international
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Diisukan ke London Pakai APBD di Tengah Efisiensi Anggaran, Gubernur Abdul Wahid Angkat Bicara
Internasional

Diisukan ke London Pakai APBD di Tengah Efisiensi Anggaran, Gubernur Abdul Wahid Angkat Bicara

...

Read moreDetails
Malaysia

Malaysia Putuskan Lockdown Saat Lebaran Idul Fitri

Milisi Etnis Nyatakan ‘Perang’ pada Junta Militer

warga myanmar

Thailand Dituding Tolak Warga Myanmar yang Mengungsi

Covid-19 gelombang ketiga

4 Pejabat China Disanksi Atas Pelanggaran HAM Uighur

perang dagang china as

Mendadak, AS Keluarkan Peringatan Keras ke China

Next Post
Izin pertambangan

Walhi Apresiasi Langkah Pemprov Riau Cabut Izin Usaha Tambang Logomas Utama di Bengkalis

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.