• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Permintaan Tiang Cerucuk Tinggi, Hutan Bakau di Inhil Terancam Punah

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
26 Juli 2022
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Tingginya permintaan terhadap tiang cerucuk sebagai bahan bangunan, mengancam keberadaan hutan bakau atau mangrove di Kabupaten Inhil. Di kabupaten ini, batang kayu bakau dijadikan sebagai pondasi utama untuk mendirikan bangunan. 

Atas dasar itu Yayasan Mitra Insani (YMI) dan Yayasan Pesisir Lestari (YPL) berinisiatif melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan mangrove di daerah tersebut. 

Direktur Yayasan Mitra Insani Herber LP mengatakan kayu bakau banyak dieksploitasi untuk bahan bangunan. Seperti digunakan untuk tiang cerucuk dalam pembuatan rumah, gedung dan ruko di daerah rawa dan tanah gambut. 

Upaya dalam mencegah ancaman tersebut YMI dan YPL membentuk kelompok masyarakat pengawas hutan mangrove dan sungai untuk mengantisipasi akan terjadinya illegal logging oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kelompok masyarakat yang dibentuk dalam kegiatan program ini dimana kelompok ini nanti nya akan melakukan patroli rutin di lokasi-lokasi rawan penebangan dan penangkapan ikan secara ilegal. Khususnya di sepanjang aliran sungai anak batang yang mana juga terdapat empat hutan desa,” kata Herbet, Selasa, 26 Juli 2022.

Empat Hutan Desa yang dimaksud, lanjut Herbet, yakni Hutan Desa Sungai Piyai dengan luas 299 hektar, Hutan Desa Sapat dengan luasan 4249 hektar, Hutan Desa tanjung melayu dengan luas 1369 hektar, Hutan Desa Perigi Raja seluas 1747 hektar.

“Selain itu juga, YMI memfasilitasi desa-desa untuk membuat peraturan desa tentang aturan dan larangan menebang kayu bakau secara ilegal. Dengan demikian desa memiliki kekuatan untuk melindungi hutan mangrove di daerahnya,” ujarnya. 

Dalam upaya melindungi hutan mangrove dari kegiatan ilegal logging di hutan mangrove itu, TNI juga melibatkan pemerintah kabupaten dan kepolisian kehutanan KPH Mandah. 

“Serangkaian pelatihan bagi kelompok masyarakat pengawas yang dibentuk di setiap desa menjadi cara peningkatan kapasitas kelompok dalam melakukan pengawasan dan langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan,” kata Herbet. 

Selain itu di dalam serangkaian program dilaksanakan juga pembibitan bakau dimana nantinya akan dilakukan penanaman kembali di kawasan-kawasan yang telah terdegradasi di kawasan desa dengan kawasan mangrove kondisi kritis atau terbuka.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Cawan, Said Khairani menyambut baik program penyelamatan hutan mangrove yang digagas oleh YMI dan YPL ini. Menurutnya sebelum adanya program tersebut, masih sering ditemui penebangan kayu bakau secara ilegal oleh masyarakat luar. 

“Semenjak berjalannya program, kesadaran masyarakat mulai terbangun untuk menjaga mangrove di Pulau Cawan ini. Penebangan kayu bakau mulai menurun, serta peningkatan kualitas SDM, khususnya bagi kelompok masyarakat pengawas yang telah dibentuk,” kata Said.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi pada awal berjalannya program. Kurangnya pemahaman ke masyarakat di tahap awal masih terjadi pro dan kontra di masyarakat terkait imbauan aktivitas menggunakan mangrove. Namun berjalannya waktu mulai timbul kesadaran bahwa ini demi tujuan bersama untuk menyelamatkan ekosistem lingkungan di Pulau Cawan.

“Dampak yang ada adalah penilaian dari orang luar. Kondisi udara yang berada di cawan berbeda dengan tempat lain, hal ini didukung adanya mangrove yang lebat dan terjaga. Dari segi perikanan juga hasil tangkapan nelayan selalu stabil karena adanya kontrol dan penjagaan pada mangrove,” tandasnya.***

Tags: Inhilkayu cerocokmagrove
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

BBKSDA Riau Minta Warga Ikut Pantau Jejak Baru Harimau Sumatra di Inhil
Lingkungan

BBKSDA Riau Minta Warga Ikut Pantau Jejak Baru Harimau Sumatra di Inhil

...

Read moreDetails
Harga Kelapa Inhil Anjlok Akibat Permintaan Global Melemah?

Harga Kelapa Inhil Anjlok Akibat Permintaan Global Melemah?

Warga Suku Duanu Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Siput

Warga Suku Duanu Tewas Diterkam Buaya saat Cari Siput

Rehabilitasi mangrove di Inhil terus dipercepat, 1.683 hektare sudah ditanam. Target 2024–2027 mencapai 5.858 hektare di pesisir Riau.

Ribuan Hektar Kebun Kelapa di Inhil Terancam Rusak, Rehabilitasi Mangrove Perlu Dipercepat

Riau Fokuskan Peremajaan Kelapa di Indragiri Hilir, Tiga Pabrik Segera Dibangun

Tiga Pabrik Segera Dibangun, Riau Fokus Peremajaan Kelapa di Indragiri Hilir

Kelapa Indonesia Bertumpu di Riau, Tapi Ketimpangan Produksi Makin Nyata

Kelapa Indonesia Bertumpu di Riau, Tapi Ketimpangan Produksi Makin Nyata

Next Post
bawai budaya riau

18 Agustus 2022, Pemprov Riau Bakal Gelar Pawai Budaya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.