• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

AS Dikabarkan Adu Mulut dengan Rusia dan China Soal Korea Utara

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 Mei 2022
Duta besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield/FOTO: net.

Duta besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield/FOTO: net.

114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Adu pendapat tak terelakkan antara perwakilan dari Amerika Serikat dengan China dan Rusia—yang menentang tindakan lebih lanjut dari PBB untuk Korea Utara, sambil memperingatkan bahwa Dewan Keamanan “tidak bisa tinggal diam lagi” saat Pyongyang mempersiapkan uji coba nuklir ketujuh.

China dan Rusia mengambil sikap berlawanan dari AS di Dewan Keamanan PBB pada, 12 Mei 2022, terkait bagaimana mengurangi ketegangan dengan Korea Utara. Delegasi Washington memperdebatkan lebih banyak sanksi seharusnya dijatuhkan terhadap Pyongyang, sementara Beijing dan Rusia menyerukan pelonggaran.

Pertemuan darurat badan PBB, yang bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan global, terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Korea Utara akan melanjutkan uji coba nuklir dalam beberapa minggu mendatang.

“Sudah waktunya untuk berhenti memberikan izin diam-diam dan mulai mengambil tindakan,” kata duta besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield sebagaimana dilansir AFP pada 12 Mei 2022. “Kita harus cepat bergerak untuk memperkuat… rezim sanksi, tidak mempertimbangkan keringanan sanksi.”

Thomas-Greenfield menolak rancangan resolusi dari China dan Rusia, yang bertujuan untuk meringankan sanksi yang dikenakan pada 2017. Dua anggota tetap DK PBB itu sama-sama memiliki hak veto anggota dewan seperti AS.

Dia mengatakan delegasi Beijing dan Moskow justru mendekati akhir negosiasi pada teks terpisah dari AS terpisah yang bermaksud memperbarui sanksi. “Kita tidak bisa menunggu sampai (Korea Utara) melakukan tindakan provokatif, ilegal, berbahaya tambahan seperti uji coba nuklir. Kita perlu angkat bicara sekarang,” katanya.

“Sayangnya, AS telah menutup mata terhadap proposal yang masuk akal dari China dan anggota dewan terkait lainnya, dan tetap terpikat takhayul kekuatan magis sanksi,” kata Zhang kepada dewan.

Wakil Duta Besar Rusia Anna Yevstigneeva juga menganjurkan resolusi yang diusulkan dengan China dan menyerukan dimulainya kembali dialog. Pyongyang telah secara dramatis meningkatkan peluncuran rudal dan mengabaikan sanksi. Lebih dari selusin uji coba senjata dilakukan sejak Januari, termasuk menembakkan rudal balistik antarbenua pada jarak penuh untuk pertama kalinya sejak 2017.

Pertemuan Dewan Keamanan Rabu, 11 Mei 2022, berlangsung sehari setelah pelantikan presiden baru Korea Selatan Yoon Suk-yeol, yang telah bersumpah untuk bersikap keras terhadap Pyongyang.

Sementara itu, citra satelit menunjukkan Korea Utara mungkin juga bersiap melanjutkan uji coba nuklir Kore Utara. Departemen Luar Negeri AS pekan lalu memperingatkan bahwa uji coba bisa dilakukan pada awal bulan ini.***

Tags: amerikachinaKorea UtaraPBBrusi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proyeksi 2027, Ekonomi Pasar Tumbuh 3,9%, Sektor Perbankan Lebih Kondusif
Ekonomi

Proyeksi 2027, Ekonomi Pasar Tumbuh 3,9%, Sektor Perbankan Lebih Kondusif

...

Read moreDetails
China Impor Emas hingga 173 Ton, Aktif Memburu Diskon

China Impor Emas hingga 173 Ton, Aktif Memburu Diskon

Harga Monyet di China Meroket, Laba Emiten Bioteknologi Melonjak 1.377 Persen

Harga Monyet di China Meroket, Laba Emiten Bioteknologi Melonjak 1.377 Persen

LineShine, Komputer Supersonik China Kini Terkuat di Dunia

LineShine, Komputer Supersonik China Kini Terkuat di Dunia

Hadiah Air Force One Dikritik, Trump: Bodoh Kalau Kita Menolaknya

Hadiah Air Force One Dikritik, Trump: Bodoh Kalau Kita Menolaknya

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Akibat Penutupan Selat Hormuz, AS Semakin Terpojok

Kapal Besar Kembali Melintasi Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata AS-Iran

Next Post
FOTO: Antara.

Indonesia Tersingkir dari Uber Cup 2022 Usai Bilqis Kalah dari China

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.