BERTUAHPOS.COM — China mengimpor 173 ton emas pada Juni 2026, melampaui total 163 ton pada Mei dan mencatat level tertinggi sejak Maret 2024. Penurunan harga emas internasional mendorong investor memanfaatkan momentum diskon untuk mengakumulasi logam mulia selama tiga bulan berturut-turut.
Lonjakan impor ini menjadikan total volume emas yang masuk ke China mencapai sekitar 692 ton hingga Mei 2026, naik 76 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Analis Jinrui Futures Zijie Wu menilai investor yang membeli saat harga turun menjadi pendorong utama permintaan.
“Investor yang membeli saat harga turun merupakan pendorong penting dari permintaan baru-baru ini. Bank-bank komersial perlu membangun persediaan mereka untuk menyediakan dukungan fisik bagi penjualan emas batangan ritel dan rencana akumulasi emas,” ujar Wu, dikutip dari Bloomberg.
Rencana akumulasi emas yang ditawarkan perbankan China memungkinkan individu membeli logam mulia dalam jumlah kecil. Skema ini menjadi salah satu cara populer bagi investor ritel untuk mendapatkan eksposur terhadap emas batangan.
Peneliti Akademi Pasar Emas Selatan Guangzhou, Song Jiangzhen, menyebut permintaan emas batangan bersama dengan rencana akumulasi tambahan menjadi pendorong utama lonjakan impor. Data ini menunjukkan bahwa investor China tidak surut meskipun volatilitas harga global sedang tinggi.
Kepala riset World Gold Council untuk China, Ray Jia, mengungkapkan impor emas bersih ke China mencapai 157 ton pada April 2026. Angka itu meningkat 10 persen secara bulanan dan 40 persen lebih tinggi secara tahunan.
“Impor emas bersih ke China mencapai 157 ton pada bulan April, meningkat 10 persen bulan ke bulan dan 40 persen lebih tinggi year-on-year, menjadikan bulan ini sebagai bulan terkuat sejak Maret 2024. Selisih harga emas lokal yang positif tetap menjadi faktor kunci dalam mendorong impor,” beber Jia.
Faktor musiman menunjukkan stabilitas di sektor perhiasan emas karena industri melakukan pengisian kembali stok setelah pembelian yang lemah pada bulan-bulan sebelumnya. Siklus ini menopang permintaan di luar sektor investasi ritel.
Dengan harga emas yang masih 25 persen di bawah level tertinggi awal 2026, bank-bank komersial terus membangun cadangan pengaman untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Persediaan fisik menjadi krusial bagi penjualan emas batangan ritel yang terus tumbuh.
“Rencana akumulasi emas dan pembelian saat harga diskon adalah strategi yang kini semakin populer di kalangan investor China. Kami memperkirakan tren ini akan berlanjut selama selisih harga lokal tetap positif,” kata Jia.









