BERTUAHPOS.COM — Harga monyet laboratorium di China menembus 200.000 yuan per ekor seiring melonjaknya permintaan uji praklinis industri bioteknologi. Lonjakan harga ini mendorong laba bersih Joinn Laboratories pada paruh pertama 2026 melonjak 1.377,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hewan Laboratorium Tiongkok He Zhengming mengatakan, tren kenaikan harga yang signifikan sejak pertengahan tahun lalu. Permintaan dari dalam dan luar negeri menciptakan defisit pasokan yang sulit dipenuhi dalam jangka pendek.
“Beberapa peternakan primata sekarang mematok harga kera pemakan kepiting sekitar 200.000 yuan per ekor, lebih tinggi dari harga puncak 194.000 yuan empat tahun lalu selama pandemi. Kenaikan harga yang tajam ini terkait dengan melonjaknya permintaan pengujian praklinis,” ujar He Zhengming, dikutip dari SCMP, Jumat, 17 Juli 2026.
Joinn Laboratories, organisasi riset kontrak yang terdaftar di Shanghai dan Hong Kong, mengumumkan proyeksi laba yang luar biasa pada Rabu lalu. Analis Kaiyuan Securities, Yu Ruyi, secara spesifik menyoroti monyet laboratorium sebagai pendorong utama pertumbuhan.
Data survei menunjukkan setiap kera pemakan kepiting dihargai 90.000 yuan pada pertengahan tahun lalu. Pada Juni 2026, harga per ekor melonjak menjadi 178.000 yuan berdasarkan hasil tender Institut Nasional Pengawasan Makanan dan Obat-obatan.
“Produsen obat AS telah membeli sejumlah besar primata dari negara pengekspor utama termasuk Kamboja, Laos, dan Vietnam. Dinamika ini telah menciptakan hambatan besar bagi importir domestik,” kata He Zhengming.
Tiongkok menyumbang sekitar 30 persen dari seluruh obat baru yang dikembangkan secara global. Dalam enam bulan pertama 2026, tercatat 81 transaksi lintas batas obat inovatif dengan nilai mencapai rekor 110 miliar dolar AS.
“Permintaan domestik tetap kuat, tetapi kenaikan harga yang dimulai Mei lalu juga didorong oleh permintaan luar negeri. Perusahaan-perusahaan AS melanjutkan kerja sama dengan CRO Tiongkok pada bulan Mei, yang mendorong lonjakan harga,” ujar seorang ahli industri hewan laboratorium dengan pengalaman puluhan tahun.
Kesamaan fisiologis dan genetik kera pemakan kepiting dengan manusia menjadikan mereka subjek uji utama untuk penelitian obat inovatif. Monyet ini digunakan untuk menilai keamanan, penyerapan, metabolisme, dan eliminasi obat sebelum diujikan ke manusia.
Analis Zheshang Securities, Wang Ban, memperkirakan defisit pasokan dan permintaan tahunan mencapai 15.000 hingga 20.000 ekor pada periode 2026 hingga 2028. Siklus perkembangbiakan yang panjang membuat kesenjangan ini jauh lebih besar dibanding siklus kenaikan harga sebelumnya.
“Monyet pemakan kepiting memiliki nilai yang tak tergantikan untuk uji praklinis. Dengan pertumbuhan permintaan yang didorong peningkatan pengembangan obat inovatif, saya memperkirakan harga tinggi akan bertahan selama empat atau lima tahun lagi,” katanya.









