• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Saudara Seperguruan, Soekarno Menangis Saat Tandatangani Hukuman Mati Kartosuwiryo

Romi J. by Romi J.
15 Desember 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Hukuman mati Kartosuwiryo, imam Negara Islam Indonesia (NII) sempat tertunda selama tiga bulan.

Presiden Indonesia saat itu, Soekarno, rupanya selalu menyingkirkan surat hukuman mati Kartosuwiryo jika sudah berada diatas mejanya.

Kartosuwiryo sendiri tertangkap di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat pada 4 Juni 1962. Kartosuwiryo dihadapkan di pengadilan.

Ada tiga tuduhan yang dikenaikan kepada Kartosuwiryo, yaitu memimpin dan mengatur penyerangan, hendak merobohkan pemerintahan RI yang sah, dan pembunuhan presiden. Namun, Kartosuwiryo menolak tuduhan yang kedua dan ketiga.

Hukuman untuk Kartosuwiryo adalah hukuman mati. Dan hanya membutuhkan satu tanda tangan Soekarno agar hukuman tersebut terlaksana.

Soekarno dan Kartosuwiryo adalah saudara seperjuangan dan juga seperguruan. Mereka tumbuh menjadi pejuang saat sama-sama tinggal dan berguru ke HOS Tjkroaminoto.

…

Kartosuwiryo sering mengejek Soekarno yang sedang latihan pidato di depan cermin. Namun, Soekarno cuek saja.

Barulah setelah selesai latihan, Soekarno membalas ejekan Kartosuwiryo. Dia mengatakan latihan pidato agar menjadi orang besar.

“Tidak seperti kamu, sudah kurus, kecil, pendek, keriting, mana bisa jadi orang besar,” balas Soekarno, dan kemudian diikuti tawa keduanya.

…

Akhirnya, suatu pagi di tahun 1964, Soekarno menangis di depan Mayjen S Parman (Asisten I/Menpangad), yang menbawa surat hukuman mati Kartosuwiryo. Soekarno tidak kuat menandatangani surat kematian saudara seperjuangannya, dan meminta S Parman kembali usai Maghrib.

Usai salat Maghrib dan berdoa, akhirnya Soekarno menandatangani surat yang membawa saudara seperguruannya ke ujung hayatnya. (bpc4)

Tags: hukuman matiKartosuwiryoSokarno
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

China Hukum Mati Dosen Asal AS
Berita

China Hukum Mati Dosen Asal AS

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 24 Desember: Omar Dani Divonis Hukuman Mati

Kartosuwiryo Tolak Tuduhan Ingin Bunuh Soekarno

Saudara Seperguruan, Soekarno Menangis Saat Tandatangani Hukuman Mati Kartosoewiryo

Catatan Sejarah 5 September: Eksekusi Kartosuwiryo, Pendiri NII

Saat Soekarno Harus Menghukum Mati Saudara Seperguruannya

Next Post

Suara Golkar Riau di Pilkada Menurun, Masnur: Saatnya Kita Konsolidasi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.