• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

HUT RI-75, Ketua ICMI Riau: Terget Zionis ‘Lunturkan’ Makna Pancasila, Apakah Kita Mau?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Agustus 2020
Kemerdekaan republik Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — memaknai kemerdekaan republik Indonesia ke 75, Senin, 17 Agustus 2020, generasi bangsa dianggap perlu memahami kesatuan dan persatuan republik ini.

Hal ini diutarakan oleh Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Riau Prof Dr Alaiddin Koto, kepada bertuahpos.com, 17 Agutsus 2020 di Pekanbaru. (Baca: Akan Bubarkah NKRI?)

“Di negeri ini, saling percaya itu dituangkan dalam konsensus nasional dengan nama Pancasila. Inilah yang dijadikan dasar dan sekaligus ‘buhul’ (makna) pemersatu bangsa yang secara etnis, budaya dan agama sangat beragam,” ungkapnya.

Menurut Alaiddin Koto, buhul inilah, agaknya, yang disebut dalam cetak biru Zionis hanya akan tinggal sebagai pajangan yang tidak punya kekuatan apapun. Karena sudah dilemahkan oleh berbagai kepentingan melalui penafsiran-penafsiran parsial, agar buhul itu ‘robek’ atau ‘putus’ sedikit demi sedikit.

“Sehingga tidak bisa lagi menjadi pengikat kekuatan bangsa Indonesia. Kalau toh masih ada, hanya tinggal sekedar simbol tanpa makna dan tanpa kekuatan apa-apa,” ungkapnya.

Makna Pancasila Jangan Diutak-atik

Pertanyaan berikutnya adalah, ‘mungkinkah buhul itu ‘robek’, dan akhirnya ‘putus’ sesuai harapan dalam cetak biru Zionis? Dan Indonesia bubar atau menjadi negara kecil-kecil?

Membaca fenomena dan gelagat negara, atau kelompok-kelompok tertentu yang kini mulai nampak ‘bermain’ di negeri ini, muncul asumsi, bahwa buhul itu kini sedang diutak-atik untuk dilemahkan.

Atau mungkin dijadikan ‘mainan’ yang lama-kelamaan, membuat anak-anak bangsa tidak memahami sejarah, menganggap bahwa Pansacila sebagai sumber masalah — sebagaimana agama juga dijadikan ‘sasaran tembak’ untuk dihilangkan perannya dalam negara, karena dianggap penghalang kemajuan.

Kalau usaha ini berjalan terus dan tidak ada yang membendungnya, maka Pancasila memang akan tinggal sebagai pajangan tanpa makna. Lalu dibuang. Diganti dengan yang lain.

Maka bubarlah Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti yang diinginkan dalam cetak biru Zionis tersebut. “Lalu, apakah kita mau?” tanyanya.

Guru besar ini mengungkapkan, siapa saja yang dari dalam hatinya mencintai republik ini, tidak akan pernah rela cita-cita Zionis berhasil diterapkan.

“Apapun yang ada padanya akan dipertaruhkan untuk tetap tegaknya NKRI sebagai bangsa dan Negara berdaulat, sebagaimana dilakukan oleh para pejuang dan pendiri bangsa dulu.”

“Segenap warga negara kini sudah bisa menilai siapa-siapa saja yang benar-benar mencintai Indonesia dari dalam hatinya, dan siapa-siapa pula yang hanya berkoar-koar di mulut, tapi tidak di hatinya,” terangnya.

Sikap Terhadap Pancasila Jadi Ukuran Kecintaan Tanah Air

Sikap terhadap Pancasila agaknya dapat dijadikan ukuran ada atau tidak, besar atau kecilnya kecintaan seseorang terhadap negeri ini. Semakin tinggi reaksinya ketika Pancasila diolok-olok, semakin kuat dugaan bahwa orang itu benar-benar mencintai Indonesia dalam hati.

Alaidin percaya bahwa orang seperti ini tidak punya kepentingan apapun selain tetap tegaknya NKRI di atas bumi ini. Menjadikan sikap terhadap Pancasila sebagai ukuran karena, Pancasila adalah pandangan hidup, jati diri, dan buhul yang akan mementukan tetap tegak atau bubarnya Indonesia.

“Ketika seseorang bereaksi cepat saat melihat Pancasila diolok-olok dan atau diutak-atik, berarti yang bersangkutan melihat ada pihak yang sedang memutus buhul dan mencabik cabik kpribadian bangsa,” ungkapnya.

“Maka, dari alur berfikir seperti di atas, saya berpendapat, bubar atau tidaknya NKRI, tergantung kepada besar atau kecilnya jumlah rakyat — termasuk para elit — yang masih punya ghirah dengan Pancasila,” ungkap Alaiddin.

“Kalau yang banyak adalah yang tidak punya kepedulian Pancasila di main-mainkan, maka blue print Zionis akan terwujud tanpa suasah payah. Namun, bila yang banyak adalah yang punya ghirah dan sensitifitas tinggi dengan Pancasila, maka bangsa ini akan tetap kokoh. Karena buhulnya masih kokoh, dan terus kokoh. Buhul itu akan membuat ‘takkan Indonesia hilang di bumi’. Kemerdekaan Republik Indonesia akan tetap utuh, abadi.”

(bpc2)

 

 

Tags: 17 Agustus 2020HUT RI ke-75PancasilaRUU HIP
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Paskibraka lepas hijab
Nasional

Mengapa Paskibraka Lepas Hijab? Ini Kata Kepala BPIP

...

Read moreDetails
reuni pa 212

Kapitra Ampera Minta Reuni 212 Tak Diadakan, Novel Bukimin: Bubarkan PDI!

Lambang negara indonesia

Sindir Jokowi Soal Pancasila, Ferdinand Hutahaean Ajukan Pertanyaan Menohok ke Din Syamsuddin

Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober Trending

megawati sindir kaum milenial

Megawati Heran Ada yang Tak Suka Pancasila

Pertanyaan Pilih Al-Quran atau Pancasila, BKN: Hanya untuk Melihat Respon Peserta

Next Post
Coklit

Hasil Coklit, Ada 2,6 Juta Pemilih di Riau untuk Pilkada 2020

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.