• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia, dan Politik Balas Budi Belanda

Tim Redaksi by Tim Redaksi
19 Desember 2019
161
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa pergaulan diantara bangsa-bangsa nusantara berabad-abad yang lalu. Kemudian, Ki Hajar Dewantara mengusulkan Bahasa Melayu untuk menjadi bahasa Indonesia.

Dikutip dari Antara, 19 Desember 2019, pemerintah Belanda mempunyai peranan cukup penting dalam penggunaan dan penyebaran bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia.

Tahun 1901, Belanda mulai memberikan pendidikan kepada rakyat Indonesia sebagai salah satu bentuk politik balas budi. Sebagai bahasa pengantar, maka Belanda menggunakan bahasa Melayu, dengan alasan bahasa Melayu sudah menjadi lingua franca (bahasa pergaulan) di nusantara.

Bahasa Melayu yang dipilih adalah bahasa Melayu dari Lingga, dimana disanalah Raja Ali Haji menerbitkan karya yang terkenal, Gurindam Dua Belas.

Belanda kemudian menerapkan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah tanah jajahannya, termasuk di Pulau Jawa dan pulau lain. Sehingga, kemudian Ki Hajar Dewantara mengusulkan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia.

Bung Hatta juga menegaskan bahwa asal usul bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu dari sebuah pulau kecil bernama Lingga.

“Pada permulaan abad ke-20 ini bahasa Indonesia belum dikenal. Yang dikenal sebagai lingua franca ialah bahasa Melayu Riau. Orang Belanda menyebutnya Riouw Maleisch. Bahasa itu berasal dari logat sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Penyengat dalam lingkungan Pulau Riau,” Bung Hatta (detik – 15 Desember 2014). (bpc2)

Tags: BahasaIndonesiaLinggaMelayuriau
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"
Regional

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

...

Read moreDetails
Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Pemprov Riau Terapkan WFA ASN untuk Urai Macet Mudik, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Jalan

BPJPH Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Riau lewat Kawasan Industri Halal

Next Post

Semifinal Carabao Cup: Duo Manchester Saling Bertemu, Catat Jadwalnya!

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.