Dari Program CSR Chevron, Sri Bisa Sekolahkan Anak

Senin, 22 Juni 2015 19:39 1637
Dari Program CSR Chevron, Sri Bisa Sekolahkan Anak
GRAFIS: MELBA

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Sri Astuti, wanita berumur 42 tahun itu masih ingat betul, bagaimana pertama dia belajar membatik. Tiga tahun silam, tepatnya Oktober 2012,  melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Sri dan 60 ibu-ibu rumah tangga, serta perempuan muda putus sekolah di sekitar Kecamatan Rumbai, ikut dalam pelatihan dan pendidikan membatik.

Di tempat ini, mereka diajarkan keterampilan dasar membatik. Mulai dari desain awal, cantingan, bahkan tahap lorot setelah melakukan pewarnaan pada kain. "Dari 60 orang yang ikut dalam pelatihan itu, terseleksi 30 orang yang bertahan," katanya kepada bertuahpos.com, Senin (22/06/2015).

Setelah mengikuti pelatihan itu, cukup lama Sri kebingungan. “Apa yang harus saya buat,” sambungnya. Sembilan bulan lamanya. Baru pada Juni 2013, Sri dipanggil kembali untuk ikut bergabung dalam aktifitas Rumah Batik Cempaka, yang terletak di dalam kompleks perkantoran dan pemukiman perusahaan migas, PT Chevron Pasific Indonesia di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau.

Sri punya pengalaman menarik. Saat pertama Rumah Batik Cempaka berdiri, dia dapat order dari seorang pelanggan. Setelah hampir satu minggu bergelut dengan tinta dan cantingan, batik pesanan itupun selesai. Namun sayangnya, bukan sejumlah uang yang dia terima dari orderan itu, konsumennya malah mengembalikan hasil kerajinan batik kepada Sri. "Salah buat motif, saya. Terpaksa diubah lagi," katanya.

Berbagai proses serta tahapan membatik memang dilakukan bersama-sama. Hasil kerajinan mereka ada yang berbentuk kain, syal, sajadah, tas, pemina dan beragam jenis lainnya. Motifnya pun beragam. Ada motif pompa angguk, pucuk rebung, tapak manggis, atau loreng macan. “Penekan motifnya, khas Melayu yang kami tonjolkan,” ujar Sri.

Dari membatik tersebut, Sri sudah berhasil sekolahkan anaknya hingga ketingkat SMK, dan menopang perekonomian keluarga.  Kalau lagi banyak order, penghasilan perbulannya Sri di atas Rp 1 juta.

Pendampingan yang dilakukan PT Chevron dalam pelatihan itu, mulai dari pengenalan alat, teknik membatik, hingga pembentukan koperasi untuk pemasarannya. Mereka diperkenalkan dan dilatih mengenai peralatan serta teknik membatik, teknik pewarnaan, serta pencucian. Semua bahan yang dipakai adalah bahan alami, tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya.

Kini, jari-jari ringkih Sri dan sejumlah ibu-ibu lainnya sudah terampil menggunakan teknik mewarnai di atas kain, mengikuti alur desain yang dipersiapkan sebelumnya. Dari aktivitas membatik mereka lakoni hampir setiap hari, siapa sangka, sentuhan Migas lewat bantuan program CSR membawa cerita baru bagi Sri dan teman-temannya. "Tapi minggu kemaren libur, karena menyambut Ramadan," ujar Sri.

Rumah Batik Cempaka, hanyalah salah satu contoh dari unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Riau yang merasakan sentuhan perusahaan migas melalui program CSR PT Chevron.

Community Engagement PGPA Chevron Rumbai, Vivin Herlin Fendraswari mengatakan, perusahaan mereka begitu menyadari bahwa peran ekonomi kerakyatan, akan memberi dampak besar terhadap kelangsungan hidup orang banyak.

Bagi perusahaan, pergerakan aliran dana program CSR untuk sektor pereknomomian cukup besar, yaitu lebih kurang 40 persen. Sedangkan 60 persen sisanya, dialokasikan pada sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan lingkungan.

"Dana CSR kami memang diprioritaskan untuk pertumbuhan ekonomi kreatif atau UMKM," katanya.

Di Riau, lebih kurang ada seratus lebih pengembangan unit usaha masyarakat yang mendapatkan suntikan dana Program CSR Chevron. Sebagian besarnya adalah unit usaha yang bergerak di bidang perkebunan, dan tersebar bebepapa kabupaten/kota di Riau.

Vivin mengatakan, untuk meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat tidak selamanya harus dilakukan dengan mengikutsertakan masyarakat dalam perusahaan berskala besar.

Lewat pengembangan UMKM atau jenis usaha kerakyatan, seperti Rumah Batik dan usaha pada bidang ekonomi perkebunan, justru menjadi langkah strategis bagi masyarakat untuk belajar mandiri dan tidak menggantungkan perekonomian mereka pada satu tumpuan. Misalnya ditempat bekerja saja.

"Upaya yang kami lakukan tidak lain hanya bertujuan agar masyarakat sekitar perusahaan, juga bisa memperoleh pendapatan tinggi untuk menopang perekonomiannya," ujar Vivin.

Seperti Rumah Batik Cempaka. Dia menegaskan untuk tahap awal, usaha ini memang bergerak atas bantuan dana Program CSR dari PT Chevron. Namun bukan berarti, suntikan dana ini mengalir terus menerus.

Pihaknya sudah menyusun strategi program kemandirian dari usaha membatik ini. "Salah satunya, pada Agustus 2015 nanti, kami akan bentuk galeri batik Riau, di Jalan Sembilang, Pakanbaru," tambahnya.

Langkah awal kemandirian itu perlahan sudah mulai terlihat. Hasil karya para ibu paruh baya ini justru terserap dengan sendirinya di lingkungan perusahaan. "Mereka sudah mulai banyak mendapat order dari internal perusahaan," sambungnya.

Ekonom Riau Peri Akri berpendapat bahwa  program sosial kemasyarakatan yang dikucurkan perusahaan-biasanya dalam bentuk bantuan CSR–sudah selayaknya menyentuh langsung ke sasaran. Kalau anggaran tersebut tersalurkan secara baik, 90 persen pengembangan usaha untuk satu UMKM akan terbantu.

Hingga saat ini, 80 persen dari struktur perekonomian Indonesia masih dikendalikan sektor UMKM. "Cuma terkadang yang menjadi problem itu pada pengelolaannya," kata Peri.

Pengelolaan program CSR yang baik akan memberikan multiplayer efek yang besar terhadap UMKM . "Poin pentingnya menurut saya adalah tanggungjawab dari pengalokasian dana itu," sambungnya. "Harapan perusahaan pastilah dana ini bisa terkelo denga baik, dan tepat sasarannya."

Dari kucuran dana Program CSR PT Chevron untuk sektor ekonomi kerakyatan dan UMKM. Menurutnya, peran Pemerintah Riau dalam hal ini seharusnya berada dalam posisi pengambil kebijakan yang relevan dalam mendukung upaya pengembangan ekonomoni di Riau.

Pemerintah Provinsi Riau baru-baru ini mengeluarkan pernyataan, sektor UMKM di Riau bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan daerah, terutama di tengah pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) Riau yang cukup besar tahun ini.  Salah satu sektor dari UMKM itu adalah kuliner, dan produk industri keratif.

Menurut Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Riau, yang juga menjabat sebabai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Masperi, seharusnya sektor ini menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan daerah. "Padahal, selain migas dan sawit, sektor makan dan UMKM di Riau bisa meningkatkan PDRB," katanya.

Dari perkiraannya sektor ini bisa menyumbang 32 persen untuk Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB. Angka ini adalah sumbangan yang cukup tinggi. Setidaknya sektor ini sedikit banyak akan menekan kekhawtiran pemerintah di tengah menurunnya harga migas dan sawit. "Kami yakin, sektor ini bisa digenjot lagi," sambungnya.(melba)
 

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Wow, di Siak Gula Merah Bisa Dibuat Dari Sawit
Minggu, 19 Pebruari 2017 17:00

Wow, di Siak Gula Merah Bisa Dibuat Dari Sawit

gula merah beerasal dari sawit ternyata sudah dilakukan Warga Kampung Seminai Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau

Jangan Bingung Cari Kue Malam-Malam, Furaya Hotel Cake Buka 24 Jam
Minggu, 19 Pebruari 2017 16:35

Jangan Bingung Cari Kue Malam-Malam, Furaya Hotel Cake Buka 24 Jam

So tunggu apalagi,  segera dapatkan kue lezat dan enggak bikin kantong bolong.  Langsung datang saja ke Furaya Hotel Pekanbaru Jalan Sudirman nomor 72-74, Pekanbaru.

Jangan Ragu, Ternyata Ini Lima Manfaat Berdonor Darah
Minggu, 19 Pebruari 2017 16:05

Jangan Ragu, Ternyata Ini Lima Manfaat Berdonor Darah

Setelah 48 jam melakukan donor darah, tubuh akan secara berkala memperbaharui sel-sel darah baru

Lowongan Kerja Admin Bogar Delivery Pekanbaru
Minggu, 19 Pebruari 2017 15:15

Lowongan Kerja Admin Bogar Delivery Pekanbaru

Informasi tentang lowongan pekerjaan terbaru lainnya di Pekanbaru, Riau bisa anda dapatkan  di bertuahpos.com

 Bibit Jambu Madu Pekanbaru Diminati Bengkulu Hingga Jakarta
Minggu, 19 Pebruari 2017 15:05

Bibit Jambu Madu Pekanbaru Diminati Bengkulu Hingga Jakarta

Prospek bisnis jambu madu hijau (MDH) hingga bibitnya ternyata masih terbuka lebar di tahun 2017

Hari Hijab Internasional dan Tolak Valentine, DDV Riau Tebar Jilbab
Minggu, 19 Pebruari 2017 14:30

Hari Hijab Internasional dan Tolak Valentine, DDV Riau Tebar Jilbab

Saat ini jilbab sudah menjadi trend bagi dunia fashion, hal ini juga berpengaruh positif terhadap muslimah yang berniat menggunakan jilbab

Harga Buah Segar Sawit di Riau Diperkirakan Turun
Minggu, 19 Pebruari 2017 14:05

Harga Buah Segar Sawit di Riau Diperkirakan Turun

Sejak akhir Januari CPO juga terbebani oleh proyeksi kenaikan produksi Indonesia di tahun 2017

Riau Godok Mekanisme Sektor Perikanan Laut
Minggu, 19 Pebruari 2017 13:50

Riau Godok Mekanisme Sektor Perikanan Laut

Perlu ada mekanisme khusus untuk membantu pelaku usaha perikanan laut untuk tambahan modal usaha

Membajak Sawah Pakai Kerbau Tetap Lestari di Era Modern
Minggu, 19 Pebruari 2017 13:35

Membajak Sawah Pakai Kerbau Tetap Lestari di Era Modern

Khusus Kerbau jantan akan dilatih untuk membajak disawah. Setiap Kerbau yang sudah patuh dan terbiasa membajak, bisa menghasilkan uang bagi pemiliknya.

Bersenjata Balok Kayu, Polisi Kejar Rampok di Batang Tuaka Inhil
Minggu, 19 Pebruari 2017 13:20

Bersenjata Balok Kayu, Polisi Kejar Rampok di Batang Tuaka Inhil

Saat korban terkapar, pelaku lainnya mengambil uang korban sebanyak Rp. 1.000.000.- (satu juta rupiah) dan HP merek Asia Fone dari saku celana korban.