Pasar Cik Puan Terkenal Hingga Ke Negara Tetangga

Sabtu, 07 Januari 2017 13:30
Pasar Cik Puan Terkenal Hingga Ke Negara Tetangga
Pembangunan Pasar Cik Puan mangkrak (Foto: Teguh)

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU TEMPO DULU - Sekitar tahun 1980-an, kehadiran Pasar Cik Puan ibarat kembang desa yang diakui ketenarannya. "Sulit dipercaya kalau diingat-ingat sekarang," ujar Tarmizi, salah seorang pegawai kantor Pemerintah Provinsi Riau.

Tarmizi sudah merantau dari kampungnya sejak tahun itu, dan Pasar Cik Puan sudah ada. Bahkan para turis asal negara Malaysia dan Singapura sudah kenal dengan pasar ini. Hampir setiap turis negara tetangga itu yang berkunjung ke Kota Pekanbaru, pasti menyempatkan diri ke Pasar Cik Puan.

Pasar tradisional yang terletak di Jalan Tuanku Tampusai, memanh menyimpan sejarah panjang peradaban masayarakat di Kota Pekanbaru. Pasar Cik Puan menjadi patokan utama sebagai rute jika bepergian. "Misalnya ada yang cari alamat di tengah kota, paling orang tanya, sebelah mana Pasar Cik Puan? Atau, jauh tak dari pasar Cik Puan," tambahnya.

Kalau pedagang asal Sumbar dan Sumut jangan ditanya. Mereka termasuk bintang utama dalam transaksi yang terjadi pasar tradisional itu. Keberadaan Pasar Cik Puan yang terletak di tengah kota, membuat dianggap sebagai tempat pemberhentian trategis, bagi perantau-perantau daerah.

Dari sini, biasanya mereka mulai menapak mencari alamat rumah kerabat dan sanak famili. "Saya ingat betul, sekitar tahun 1986, dari Rohil, saya turun di Pasar itu. Kan di sana banyak oplet, dari situlah baru beranjak lagi menuju rumah saudara," Taufik, warga Tangkerang Ujung, Pekanbaru.

Bahkan sampai hari ini, Pasar Cik Puan tempo dulu masih tergambar jelas hiruk pikuk masyarakat ketika itu oleh Ibrahim, Warga Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil. Kepada bertuahpos.com, dia bercerita Pasar Cik Puan seolah menjadi icon tersendiri dalam benak masyarakat, meski tidak pernah dirancang oleh pemerintah.

"Bapak pernah ke pasar itu sekitar pertengahan tahun 1990-an. Kalau tidak salah, waktu itu kami bersama rombongan pulang dari kegiatan MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Kampar. Pas pulangnya singgah dulu ke Pasar Cik Puan," katanya.

Dia punya pengalaman unik ketika kali pertama berkunjung ke pasar tradisional itu. Setelah banyak berbelanja pakaian dan pernak-pernik oleh-oleh. Dia duduk disalah satu kursi kayu di depan sebuah kios. Saat membeli minuman, tampa sadar satu plastik barang belanjaan oleh-olehnya itu raib.

"Isinya kalau tidak salah saya, pakaian. Halang semua. Kemana lagi mau dicari. Saya juga tidak lihat siapa yang ambil," katanya sambil tertawa mengenang nasib naasnya itu.

Namun demikian, Ibrahim membenarkan bahwa dulunya, pasar Cik Puan jauh lebih terkenal di seluruh pelosok Riau jika dibanding dengan pasar lainnya di Pekanbaru.

Dulunya, pasar bawah yang saat ini dikenal dengan pasar wisata, sudah ada. Sementata akses ke daerah Tanjunh Pinang ketika itu masih sangat mudah. Sebagian besar masyarakat dan pedagang lebih memilih berbelanja untuk bahan dagangan ke Tanjung Pinang, ketimbang di pasar bawah. "Ada satu boat ferry, dengan rute ke Tanjung Pinang. Saya lupa berapa oangkosnya ketika itu," Kata Tarmizi.

Penulis: Melba Ferry Fadly

TRAVELLING

Berita Terkini

Minggu, 25 Juni 2017 13:11

Waktu SD Kamu Pernah Melukis Sawah, Pohon Kelapa dan Gunung, Wujud Aslinya Ada Di Sini

Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), salah satu pelajaran yang paling menyenangkan adalah menggambar. Siapapun pasti 

Inilah 3 Keutamaan Puasa yang Diwariskan Setelah Ramadan
Minggu, 25 Juni 2017 10:56

Inilah 3 Keutamaan Puasa yang Diwariskan Setelah Ramadan

Ramadan sudah berlalu, Syawal sudah menyapa. Kemenangan atas perjuangan sebulan Ramadan disambut dengan kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017. Namun demikian, selayaknya Ramadan bukan hanya ditinggal begitu saja. 

Hari Raya, Hotspot Sumatera Masih 'Membara
Minggu, 25 Juni 2017 09:09

Hari Raya, Hotspot Sumatera Masih 'Membara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) catat hotspot atau titik panas masih terdeteksi di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Setidaknya hotspot yang terdeteksi berjumlah belasan, Minggu (25/06/2017).

Ribuan Warga Banjar Seminai Khitmad Sholat di Masjid Nurul Huda
Minggu, 25 Juni 2017 08:31

Ribuan Warga Banjar Seminai Khitmad Sholat di Masjid Nurul Huda

Cuaca mendung menghiasi pagi Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Di Desa Banjar Seminai  yang berlokasi di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, masyarakat ramai berdatngan ke masjid untuk melaksanakan salat Ied berjamaah. 

Dokter di Tunisia Kebanjiran Order 'Operasi Perawan'
Minggu, 25 Juni 2017 08:05

Dokter di Tunisia Kebanjiran Order "Operasi Perawan"

Operasi mengembalikan keperawanan lagi musim di Tunisia. Gara-gara itu, maka dokter kebanjiran order. Perempuan-perempuan muda antri untuk mengembalikan selaput dara (hymen). Kendati dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Salat Idul Fitri, BMKG: Riau Cerah Berawan
Minggu, 25 Juni 2017 07:25

Salat Idul Fitri, BMKG: Riau Cerah Berawan

Minggu (25/06/2017), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi Riau dan sekitarnya cerah berawan. Sehingga bagi umat muslim dapat melaksanakan salat di luar masjid.

Pasca Pawai Takbir, Areal Taman Pacu Jalur Dipenuhi Sampah
Minggu, 25 Juni 2017 01:05

Pasca Pawai Takbir, Areal Taman Pacu Jalur Dipenuhi Sampah

Pasca kegiatan pawai takbir akbar Teluk Kuantan, Senin (24/6/2017), area Taman Pacu Jalur yang merupakan pusat pelaksanaan kegiatan berubah menjadi tumpukan sampah.

Pawai Takbir Akbar di Teluk Kuantan Berlangsung Meriah
Sabtu, 24 Juni 2017 23:56

Pawai Takbir Akbar di Teluk Kuantan Berlangsung Meriah

Sabtu (24/6/2017), pelaksanaan pawai takbir akbar menyambut datangnya 1 Syawal di Teluk Kuantan berlangsung meriah.

Dapat Remisi Lebaran, 382 Napi Beragama Islam Bebas
Sabtu, 24 Juni 2017 23:05

Dapat Remisi Lebaran, 382 Napi Beragama Islam Bebas

BERTUAHPOS.COM (BPC) - Menyambut Hari Raya Idul Fitri ini, ada keceriahan dari balik jeruji penjara.Terdapat 382 narapidana yang beragama Islam menikmati kebebasan. Mereka mendapat Remisi Khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri 2017.

Hujan Lebat Diikuti Tanah Longsor, Ratusan Orang Tertimbun Bukit
Sabtu, 24 Juni 2017 22:35

Hujan Lebat Diikuti Tanah Longsor, Ratusan Orang Tertimbun Bukit

Bukit longsor, ratusan orang tertimbun tanah.