Pasar Cik Puan Terkenal Hingga Ke Negara Tetangga

Sabtu, 07 Januari 2017 13:30 337
Pasar Cik Puan Terkenal Hingga Ke Negara Tetangga
Pembangunan Pasar Cik Puan mangkrak (Foto: Teguh)

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU TEMPO DULU - Sekitar tahun 1980-an, kehadiran Pasar Cik Puan ibarat kembang desa yang diakui ketenarannya. "Sulit dipercaya kalau diingat-ingat sekarang," ujar Tarmizi, salah seorang pegawai kantor Pemerintah Provinsi Riau.

Tarmizi sudah merantau dari kampungnya sejak tahun itu, dan Pasar Cik Puan sudah ada. Bahkan para turis asal negara Malaysia dan Singapura sudah kenal dengan pasar ini. Hampir setiap turis negara tetangga itu yang berkunjung ke Kota Pekanbaru, pasti menyempatkan diri ke Pasar Cik Puan.

Pasar tradisional yang terletak di Jalan Tuanku Tampusai, memanh menyimpan sejarah panjang peradaban masayarakat di Kota Pekanbaru. Pasar Cik Puan menjadi patokan utama sebagai rute jika bepergian. "Misalnya ada yang cari alamat di tengah kota, paling orang tanya, sebelah mana Pasar Cik Puan? Atau, jauh tak dari pasar Cik Puan," tambahnya.

Kalau pedagang asal Sumbar dan Sumut jangan ditanya. Mereka termasuk bintang utama dalam transaksi yang terjadi pasar tradisional itu. Keberadaan Pasar Cik Puan yang terletak di tengah kota, membuat dianggap sebagai tempat pemberhentian trategis, bagi perantau-perantau daerah.

Dari sini, biasanya mereka mulai menapak mencari alamat rumah kerabat dan sanak famili. "Saya ingat betul, sekitar tahun 1986, dari Rohil, saya turun di Pasar itu. Kan di sana banyak oplet, dari situlah baru beranjak lagi menuju rumah saudara," Taufik, warga Tangkerang Ujung, Pekanbaru.

Bahkan sampai hari ini, Pasar Cik Puan tempo dulu masih tergambar jelas hiruk pikuk masyarakat ketika itu oleh Ibrahim, Warga Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil. Kepada bertuahpos.com, dia bercerita Pasar Cik Puan seolah menjadi icon tersendiri dalam benak masyarakat, meski tidak pernah dirancang oleh pemerintah.

"Bapak pernah ke pasar itu sekitar pertengahan tahun 1990-an. Kalau tidak salah, waktu itu kami bersama rombongan pulang dari kegiatan MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Kampar. Pas pulangnya singgah dulu ke Pasar Cik Puan," katanya.

Dia punya pengalaman unik ketika kali pertama berkunjung ke pasar tradisional itu. Setelah banyak berbelanja pakaian dan pernak-pernik oleh-oleh. Dia duduk disalah satu kursi kayu di depan sebuah kios. Saat membeli minuman, tampa sadar satu plastik barang belanjaan oleh-olehnya itu raib.

"Isinya kalau tidak salah saya, pakaian. Halang semua. Kemana lagi mau dicari. Saya juga tidak lihat siapa yang ambil," katanya sambil tertawa mengenang nasib naasnya itu.

Namun demikian, Ibrahim membenarkan bahwa dulunya, pasar Cik Puan jauh lebih terkenal di seluruh pelosok Riau jika dibanding dengan pasar lainnya di Pekanbaru.

Dulunya, pasar bawah yang saat ini dikenal dengan pasar wisata, sudah ada. Sementata akses ke daerah Tanjunh Pinang ketika itu masih sangat mudah. Sebagian besar masyarakat dan pedagang lebih memilih berbelanja untuk bahan dagangan ke Tanjung Pinang, ketimbang di pasar bawah. "Ada satu boat ferry, dengan rute ke Tanjung Pinang. Saya lupa berapa oangkosnya ketika itu," Kata Tarmizi.

Penulis: Melba Ferry Fadly

loading...
TRAVELLING

Berita Terkini

Menegang, Amerika Khawatir Alaska Bakal Dirudal Korut
Sabtu, 25 Maret 2017 16:40

Menegang, Amerika Khawatir Alaska Bakal Dirudal Korut

Aksi Korea Utara dengan ujicoba rudal nuklirnya membuat pejabat militer Amerika Serikat kuatir. Sebab menurutnya, negara bagian Alaska di AS bisa menjadi target serangan

Bejat, Bandot dkk Gilir Gadis di Semak-semak
Sabtu, 25 Maret 2017 15:26

Bejat, Bandot dkk Gilir Gadis di Semak-semak

Perbuatan bejat,  dilakukan oleh lima pemuda,  sebut saja Bandot dan kawan-kawan. Bandot dengan sengaja melakukan perbuatan tidak senonoh itu terhadap gadis berusia 15 tahun. Gadis itu sebut saja Kembang.

Unik, Sapi Berotot Ini Dari Belgia
Sabtu, 25 Maret 2017 15:16

Unik, Sapi Berotot Ini Dari Belgia

Sapi ini unik, karena tubuhnya yang kekar dan berotot. Ini adalah sapi Belgia, yang biasa disebut Belgian Blue Cow.

Ternyata Dinosaurus di Google Chrome Itu Game
Sabtu, 25 Maret 2017 14:27

Ternyata Dinosaurus di Google Chrome Itu Game

Jika anda adalah seseorang yang sering menggunakan internet dalam pekerjaan, pasti anda pernah mengalami saat dimana jaringan internet anda mati atau tidak berfungsi.

Kadinkes Rohil : Kepala Puskesmas itu Sarjana Kesehatan
Sabtu, 25 Maret 2017 14:17

Kadinkes Rohil : Kepala Puskesmas itu Sarjana Kesehatan

Polemik tentang siapa sebenarnya yang pantas menduduki posisi sebagai kepala puskesmas di Kabupayen Rokan Hilir,  masih menjadi pembicaraan, terutama dikalangan tenaga kesmas itu sendiri. 

Penganugerahan MIPA Award Tahun 2017
Sabtu, 25 Maret 2017 14:08

Penganugerahan MIPA Award Tahun 2017

Sabtu (25/3/2017), bertempatkan Gedung Auditorium Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UR), pergelaran MIPA Award 2017 resmi digelar.

Tabrakan Beruntun 130 Mobil, 1 Tewas, 63 Orang Terluka
Sabtu, 25 Maret 2017 13:58

Tabrakan Beruntun 130 Mobil, 1 Tewas, 63 Orang Terluka

Insiden tabrakan mengejutkan terjadi di Iran. Kendati hanya satu orang yang tewas dan 63 orang mengalami luka-luka, tetapi mobil yang terlibat tabrakan itu membuat orang geleng-geleng kepala.

Minuman Khas Melayu Riau, Inilah Asal Mula Laksamana Mengamuk
Sabtu, 25 Maret 2017 13:48

Minuman Khas Melayu Riau, Inilah Asal Mula Laksamana Mengamuk

Mendengar kata Laksamana Mengamuk, mungkin anda akan berpikir bahwa telah terjadi peperangan atau pertengkaran. Namun tidak demikian. Laksamana Mengamuk adalah minuman khas Melayu Riau. 

Bunuh Diri Marak di Jepang, Sehari Bisa 70 Orang Mati
Sabtu, 25 Maret 2017 13:40

Bunuh Diri Marak di Jepang, Sehari Bisa 70 Orang Mati

Harakiri atau bunuh diri, bukan barang baru di Jepang. Mati dengan cara itu dianggap wajar di Negeri Matahari Terbit ini. Itu terjadi sejak baheula sebagai bentuk kematian terhormat, hingga yang terjadi saat ini.

Semakin Sedikit Orang ke Puskesmas Semakin Bagus
Sabtu, 25 Maret 2017 12:50

Semakin Sedikit Orang ke Puskesmas Semakin Bagus

Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perlu adanya dukungan dari semua pihak.  Hal ini juga diungkapkan oleh Dahniar selaku Kadinkes Kabupten Rohil