Makrifat Burung Surga (21) : Derajat & Hikmah Lafal Bismillah

Selasa, 30 Mei 2017 05:02
Makrifat Burung Surga (21) : Derajat & Hikmah Lafal Bismillah

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Mendapat jawaban yang begitu lengkap tentang bismillah, kini Menco kembali bertanya tentang hikmah dan derajat dari lafadz bismillah.
Mendengar pertanyaan ini, burung Bayan jadi serius. Ia mulai menjawabnya secara diplomatis. "Itu tergantung pekerjaan yang akan dilakukan. Jika berkaitan dengan persoalan yang wajib seperti Fatihah dalam salat, maka bismillah itu wajib. Jika sunnah, bismillah itu sunnah. Begitu pula jika pekerjaan haram atau makruh maka membaca bismillah itu juga haram hukumnya seperti meminum minuman keras," jawab Bayan.

Baca: Makrifat Burung Surga (20) : Perdebatan Salat, Langit & Bumi

"Tapi mengapa jika bismillah ditulis di awal kalimat tidak memakai lam dan alif, huruf sin memakai tiga lekuk, hingga jumlah hurufnya menjadi 19 buah," tanya Menco lagi.
Jawab Bayan, "Bismillah ditulis lebih dahulu karena pada waktu zaman dluriyyat Tuhan memanggil dan dijawab "alastu birabbikum". Tuhan lalu berfirman "bala".

Huruf sin berlekuk tiga sebagai simbol sirotol mustaqim yang juga berlekuk tiga sebagai simbol perjalanan selama tiga ribu tahun. Lafadz bismillah itu merupakan empat kalimat sungai surga yang terdiri dari empat macam air, yaitu (1) air tawar, (2) air madu, (3) air susu, dan (4) air manis.

Jumlah hurufnya 19 karena malaikat penjaga neraka yang disebut zabaniyyah itu terdiri dari 19 kelompok. Siapa yang membaca bismillah dalam salat sesudah takbir, dosanya akan diampuni. Dengan meminum empat air di bengawan (sungai) surga, maka akan selamat dari siksa neraka jahanam.

Bayan lalu meminta Menco untuk berhenti bertanya dulu karena hari telah malam. Tapi Menco seperti tanpa peduli, kendati ia telah banyak menerima nasehat yang diberikan Bayan berdasar dalih ijmak atau hadits. "Hanya yang perlu kamu ingat, walaupun mempunyai ilmu sejagad, tetapi jika tidak diamalkan justru akan berdosa besar," kata Bayan mengingatkan. Menco masih terus bertanya dan bertanya lagi, tidak peduli pada usulan Bayan.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Menco bertanya, manakah yang dipilih Bayan antara di bawah dan di atas, di dalam atau di luar. Bayan terpaksa harus menjawab. Kata Bayan, jika di atas seringkali menyebabkan orang takabur bahkan terkadang sampai mengaku dirinya sebagai Tuhan. Jika di bawah, bisa saja seseorang itu menjadi kafir.

Memilih di luar itu seperti pendengaran yang lahiriah, tetapi memilih di dalam bisa riya (sombong) dan merasa benar sendiri. Berdasar itu, kata Bayan, ia tidak membedakan fungsi dari kelima panca indera, karena pertanda orang yang berilmu (alim) ialah tawadldlu', ikhlas, pasrah dan hatinya selalu hadir serta berbuat amal hanya karena taat kepada Allah. Berbeda dengan orang bodoh, yang berbuat salah dan kufur, mengaku shalat daim, sombong dan riya atau musyrik, dan jadilah kemudian si fasik. (bersambung/jss)

TRAVELLING

Berita Terkini

Jembatan Penyeberangan di Ramayana Pusat Mengkhawatirkan
Senin, 25 September 2017 11:25

Jembatan Penyeberangan di Ramayana Pusat Mengkhawatirkan

Jembatan penyeberangan yang ada di depan Ramayana Pusat, Jalan Jenderal Sudirman sudah mulai rusak. 

Pansus RTRW Bantah Akomodir Pihak Tertentu
Senin, 25 September 2017 11:15

Pansus RTRW Bantah Akomodir Pihak Tertentu

Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau membantah mengakomodir pihak tertentu dalam perumusannya.

Listrik Padam, Pemeriksaan Saksi Korupsi di Kejati Riau Ditunda
Senin, 25 September 2017 11:05

Listrik Padam, Pemeriksaan Saksi Korupsi di Kejati Riau Ditunda

Listrik di beberapa daerah di Kota Pekanbaru terjadi pemadaman secara bergilir dari Minggu (24/9/2017) hingga hari ini Senin (25/9/2017).

Investor Jerman Tawarkan Bisnis Rumah Sakit ke Pemprov Riau
Senin, 25 September 2017 10:55

Investor Jerman Tawarkan Bisnis Rumah Sakit ke Pemprov Riau

Sekdaprov Riau kedatangan tamu seorang investor dari Jerman. Pembahasan mereka membicarakan soal peluang bisnis rumah sakit di Riau.

Golden Tulip Pekanbaru Siapkan Sepeda Gratis Untuk Tamu yang Nginap
Senin, 25 September 2017 10:45

Golden Tulip Pekanbaru Siapkan Sepeda Gratis Untuk Tamu yang Nginap

Walau tren kenaikan okupansi hotel semakin bagus, pihak Manajemen Hotel Golden Tulip Essential Pekanbaru selalu ingin yang terbaik untuk para tamu. 

Pansus: RTRW Tidak Bisa Ditunda
Senin, 25 September 2017 10:35

Pansus: RTRW Tidak Bisa Ditunda

Pansus RTRW Provinsi Riau menyebutkan bahwa pengesahan RTRW sudah tidak bisa ditunda lagi.

Progres Rel Kereta Api Stagnan di Konsultasi Publik
Senin, 25 September 2017 10:28

Progres Rel Kereta Api Stagnan di Konsultasi Publik

Progres pembangunan rel kereta api Riau hingga kini masih stagnan pada tahap konsultasi publik. Sementara materil pembangunannya sudah ada di lokasi sejak tahun lalu.

Ini Potret Sepi di Suzuya Pasar Kodim
Senin, 25 September 2017 10:15

Ini Potret Sepi di Suzuya Pasar Kodim

Pagi ini Senin (25/9/17), hingga jam 10.00 WIB, Suzuya Pasar Kodim sepi pengunjung. Sebagian toko-toko di dalamnya masih belum dibuka.

Pria 19 Tahun Asal Bengkalis Ini Kedapatan Bawa Narkoba
Senin, 25 September 2017 10:02

Pria 19 Tahun Asal Bengkalis Ini Kedapatan Bawa Narkoba

Muhammad Hafizi duduk lesu menghadap ke sebuah meja. Di atas meja itu ada kotak rokok, hp dan satu paket narkotika jenis sabu.

Kabar gembira, Jalan Garuda Sakti Sudah 'Sehat'
Senin, 25 September 2017 09:15

Kabar gembira, Jalan Garuda Sakti Sudah "Sehat"

Bagi anda pengguna Jalan Garuda Sakti KM 1 Panam, kini tidak perlu khawatir lagi saat melewati jalan tersebut. Lubang besar yang banyak 'menganga' sudah diperbaiki.